Tidak Hanya di Indonesia, Korea Selatan Juga Mengalami Banyak Kasus Bullying

Kelompok guru ini menuding bahwa orang tua menyalahgunakan undang-undang kesejahteraan anak yang diundangkan pada tahun 2014. Undang-undang ini menyatakan bahwa guru yang dituduh melakukan pelecehan terhadap anak akan ditangguhkan secara otomatis.

BACA JUGA : Serangan Teroris di Niger Barat Makan Korban: 29 Tentara Tewas

Seorang guru bisa dilaporkan karena melakukan kekerasan terhadap anak hanya karena menahan siswa yang melakukan kekerasan. Sementara itu, tindakan memarahi sering kali dianggap sebagai pelecehan emosional. Tuduhan semacam ini dapat menyebabkan guru segera kehilangan pekerjaannya.

Sebagai contoh, ada guru yang mendapat keluhan setelah menolak permintaan orang tua untuk membangunkan anak dengan telepon setiap pagi. Ada juga yang dilaporkan karena melakukan pelecehan emosional setelah mengambil stiker penghargaan dari seorang anak laki-laki yang sebelumnya melukai temannya dengan gunting.

Kim Jin-seo, seorang guru berusia 28 tahun, bahkan pernah mempertimbangkan untuk bunuh diri dan memerlukan tiga bulan cuti karena dua keluhan yang sangat agresif terus menerjangnya tanpa henti.

Kim menyatakan bahwa dia sampai pada titik di mana dia merasa tidak bisa mengajar kelasnya dengan aman. “Kami, para guru, merasa sangat tidak berdaya. Mereka yang mengalami hal ini secara langsung telah berubah secara mendasar, dan mereka yang belum pernah mengalaminya, telah melihat hal ini terjadi, jadi bagaimanapun juga itu melemahkan,” ujarnya.

Fenomena mengeluh ini dipicu oleh lingkungan kompetitif di Korea Selatan, di mana hampir segalanya bergantung pada kesuksesan akademis. Siswa bersaing ketat untuk mendapatkan nilai terbaik sejak usia sangat dini, dengan harapan bisa masuk ke universitas terbaik.

Di luar sekolah, orang tua mengirim anak-anak mereka ke sekolah tambahan (hagwons) yang beroperasi sejak pagi hingga malam. Jika dulu banyak keluarga di Korea memiliki lima atau enam anak, sekarang kebanyakan hanya memiliki satu anak, yang berarti hanya ada satu kesempatan untuk sukses.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan