Banyak Petani Gagal Panen, Pemprov Jabar Ganti Rugi

Ist. Lahan pertanian tengah dilanda kekeringan. Foto. Pandu Muslim Jabar Ekspres.
Ist. Lahan pertanian tengah dilanda kekeringan. Foto. Pandu Muslim Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) mengaku  akan memberikan uang ganti rugi kepada para petani khususnya pada petani padi yang lahan pertaniannya mengalami gagal panen akibat kekeringan, terkena banjir, serangan hama, hingga penyakit.

Gaanti rugi tersebut nantinya akan diasuransikan melalui usaha tani padi yang telah dialokasikan oleh Pemprov Jabar.

“Dia (petani) hanya bayar Rp36.000 dan nanti kalau gagal panen akibat kekeringan atau lain sebagainya itu akan mendapatkan ganti rugi Rp6 juta. Jadi sebetulnya  mah (para petani), harus bayar Rp180 ribu, tapi oleh pemerintah disubsidi yang 80 persennya dan sisanya 20 persen itu dibayar oleh petani,” ucapnya.

Baca Juga:Keren! RS Paru dr. H. Rotinsulu Lakukan Training Rasa Konser dengan Metode ROESatpol PP Grebek Prostitusi Online Berkedok Panti Pijat di Kabupaten Bogor, 9 Wanita Diamankan

Dadan berharap dengan adanya hal itu dapat membantu para petani khususnya yang terancam kekeringan, banjir, serangan hama, hingga wabah penyakit.

“Dan jabar tahun depan juga (2024), itu sudah merencanakan akan membantu petani dengan membayarkan lahan-lahan yang diprediksi akan bermasalah seperti kering, banjir, hama dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Dadan juga mencatat ada sekitar 12 ribu hektar lahan pertanian yang sudah dilanda kekeringan selama periode April – Agustus 2023 akibat dampak dari suhu panas atau El Nino yang saat ini tengah terjadi.

“Jadi luas kekeringan di Jabar dari bulan April – Agustus 2023 itu sekitar 12.825 hekta (lahan pertanian), potensi atau terancam di 21.423 hektar. Nah yang sudah kita pulihkan, itu di 3.655 hektar,” ucapnya di Bandung Jum’at (8/9) lalu. (San).

0 Komentar