Masyarakat Sumedang Diimbau Hemat Air Bersih dan Waspada Kebakaran

Kepala BPBD Sumedang, Atang Sutarno (berbaju orange) saat penanganan kebakaran Gunung Kacapi Sumedang beberapa waktu lalu.
Kepala BPBD Sumedang, Atang Sutarno (berbaju orange) saat penanganan kebakaran Gunung Kacapi Sumedang beberapa waktu lalu. (Foto: Dedi Suhandi/JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno mengimbau masyarakat agar bersikap waspada bencana kebakaran serta bijak dalam menggunakan air bersih, Senin 2 Oktober 2023.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dampak dari badai El Nino akan masih terus dirasakan hingga akhir tahun mendatang. Suhu panas yang masih akan terus memuncak pada bulan Oktober membuat permukaan bumi khususnya Sumedang, menjadi mudah terbakar.

“Semua itu diprediksikan, tidak hanya berlangsung bulan ini saja. Bahkan bisa terjadi sepanjang bulan september hingga Desember. Maka itu, saya minta masyarakat agar waspada kebakaran,” kata Atang kepada Jabar Ekspres.

Baca Juga:Pemkot Bandung Libatkan Lagi Stakeholders Guna Atasi Sampah dan BanjirKota Banjar Gagal Serap DAK Lantaran Kendala Aset

Seperti yang diketahui, tambah Atang, di Jawa Barat ini sering terjadi kebakaran, baik itu lahan, kebun, hutan bahkan bangunan-bangunan rumah.

“Melihat fenomena itu, kita harus memiliki sikap waspada dan tak hanya menyerahkan permasalahan ini pada pemerintah, BPBD atau Damkar. Tapi kita harus sama-sama menjaga dan waspada serta bahu membahu dalam penanganan kejadianya,” ujarnya.

Selain itu, Atang mengimbau agar masyarakat bisa lebih bijak dalam penggunaan air bersih.

“Untuk masyarakat di wilayah yang kekeringan air, kami telah mendata laporan dan segera, bahkan sudah dan sedang melakukan distribusi air bersih ke beberapa titik bersama PDAM,” tuturnya.

Melalui rapat koordinasi yang dilakukanya di tingkat provinsi, hal ini terjadi tidak hanya di Kabupaten Sumedang, namun juga di wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat.

“Demikian, tidak perlu menjadi sebuah kepanikan yang berlebih, namun sikap waspada dan bijak itu dapat sedikit banyaknya membantu kelangsungan semua pihak termasuk masyarakatnya sendiri dalam melalui masa-masa kemarau berkepanjangan ini,” jelasnya. (Mg11)

0 Komentar