Badai El Nino Ancam Lumpuhkan Sektor Pertanian, Pemkab Bandung Diminta Bantu Minimalisir Potensi Gagal Panen

Ilustrasi: Lahan pertanian terancam lumpuh alias potensi gagal panen besar bisa terjadi, akibat dampak musim kemarau 2023 disertai badai El Nino. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
Ilustrasi: Lahan pertanian terancam lumpuh alias potensi gagal panen besar bisa terjadi, akibat dampak musim kemarau 2023 disertai badai El Nino. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Musim kemarau 2023 cukup berdampak bagi masyarakat, baik kebutuhan air yang mulai sulit, volume air menyusut hingga sektor pertanian yang terancam kekeringan dan dihantui gagal panen.

Diketahui, selain ancaman musim kemarau, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah memprediksi bahwa wilayah Bandung Raya akan menghadapi badai El Nino.

Sebagai informasi, badai El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML), di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.

Baca Juga:DPRD Kota Cimahi Setujui Kenaikan Anggaran APBD dalam Raperda TerbaruDPRD Kota Bandung Minta Penambahan 100 Kawasan Bebas Sampah

Pemanasan SML tersebut, meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan pengamatan di wilayah Samudera Pasifik area Nino 3,4, BMKG serta beberapa badan meteorologi dunia memprediksi, potensi lebih dari 60 persen terjadi badai El Nino.

Toni yang juga Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Nasdem mengungkapkan, pihaknya mengkategorikan badai El Nino sebagai dampak bencana.

“Misalkan kita di DPRD ini sudah mengeluarkan anggaran khusus untuk kategori tak terduga atau bencana. Dampak dari El Nino ini kita kategorikan sebagai dampak bencana,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, guna meminimalisir dampak kekeringan, khususnya potensi gagal panen di sektor pertanian akibat musim kemarau yang disertai badai El Nino, Toni meminta supaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyikapi serius.

0 Komentar