Aksi Penembakan Brutal Terjadi di Belanda Hingga Menewaskan Beberapa Orang

JABAR EKSPRES – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Rotterdam hari ini ketika seorang pria bersenjata lengkap, mengenakan pakaian tempur dan rompi antipeluru, melakukan aksi penembakan mematikan, yang mengakibatkan tiga nyawa melayang secara tragis, termasuk seorang anak perempuan berusia 14 tahun, ibunya dan seorang guru.

Aparat penegak hukum Belanda telah memulai penyelidikan menyeluruh terhadap motif di balik serangan ganda tersebut, yang dilakukan oleh penyerang yang juga membakar rumah sakit setempat.

Aksi kekerasan penyerang dimulai ketika ia memasuki secara paksa sebuah rumah di kota pelabuhan Belanda yang ramai, dan tiba-tiba melepaskan tembakan.

Tindakan mengerikan ini merenggut nyawa seorang wanita berusia 39 tahun dan menyebabkan anak perempuannya yang berusia 14 tahun mengalami luka parah, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Polisi Fred Westerbeke dalam sebuah konferensi pers. Tragisnya, gadis muda itu kemudian meninggal dunia akibat luka-lukanya.

BACA JUGA: Republik Artsakh Mengumumkan Pembubaran Diri di Tengah Konflik yang Sedang Berlangsung dengan Azerbaijan

Penyerang kemudian melanjutkan dengan menargetkan sebuah ruang kelas yang terletak di dalam lingkungan rumah sakit Erasmus MC.

Di sini, dia tanpa ampun merenggut nyawa seorang guru berusia 46 tahun dan menyulut api lain di dalam fasilitas medis, membuat tempat itu menjadi kacau dan panik.

Menanggapi krisis yang meningkat, unit polisi elit dengan cepat dikerahkan untuk mengamankan lokasi rumah sakit.

Petugas medis yang panik, dengan mengenakan jas putih, dengan cepat mengevakuasi gedung, mengangkut pasien dengan kursi roda dan tandu ke tempat yang aman.

BACA JUGA: Angkatan Bersenjata Meksiko Diterjunkan untuk Menghadapi Gejolak Kartel di Dekat Perbatasan Guatemala

Pelaku akhirnya ditangkap tak lama setelah mengamuk, dan Kepala Jaksa Penuntut Umum Hugo Hillenaar menginformasikan kepada para wartawan bahwa tersangka bekerja sama dengan penegak hukum setelah penangkapannya.

“Kami tidak bisa mengatakan apa-apa tentang motif dari tindakan mengerikan ini saat ini. Penyelidikan masih berlangsung,” kata Hillenaar.

Laporan polisi mengindikasikan bahwa tersangka, yang diidentifikasi sebagai seorang mahasiswa rumah sakit, telah diketahui oleh pihak berwenang karena pernah dihukum sebelumnya terkait kekejaman terhadap hewan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan