JABAR EKSPRES — Rapat raksasa di Lapangan Ikada adalah sebuah peristiwa sejarah penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan. Lapangan Ikada, atau yang sekarang dikenal sebagai Lapangan Monas, terletak di pusat Jakarta dan telah menjadi saksi dari banyak momen bersejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia.
Peristiwa ini terjadi pada 19 September 1945, hanya beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Saat itu, situasi politik dan sosial Indonesia sangatlah rapuh.
Ribuan orang berkumpul di Lapangan Ikada, datang dari berbagai daerah di Indonesia, dengan semangat dan tekad yang tinggi. Mereka mengibarkan bendera merah-putih, simbol kemerdekaan, dan mendengarkan pidato-pidato inspiratif dari pemimpin-pemimpin mereka.
Baca Juga:Jadwal Tayang Mentari TV Hari Selasa, 19 September 2023Jadwal Tayang RTV Hari Selasa, 19 September 2023
Suasana di lapangan itu sangat emosional, dengan banyak yang menangis, bersorak, dan bersatu dalam semangat persatuan.
Salah satu momen paling bersejarah dalam rapat ini adalah pidato dari Soekarno. Dalam pidatonya yang terkenal dengan kata-kata “Proklamasi 17 Agustus 1945 bukanlah sekadar teks,” ia mengingatkan rakyat bahwa kemerdekaan bukanlah sesuatu yang diberikan, tetapi sesuatu yang harus diperjuangkan dan dipertahankan dengan penuh semangat dan pengorbanan.
Rapat raksasa di Lapangan Ikada juga menjadi titik awal bagi Indonesia dalam membangun kesadaran nasional dan semangat persatuan. Ini bukan hanya acara politik biasa, tetapi juga sebuah momen katarsis nasional yang menggerakkan seluruh bangsa.
Peristiwa ini menginspirasi rakyat Indonesia untuk bersatu dan berjuang bersama demi kemerdekaan mereka. Lapangan Ikada menjadi simbol perjuangan dan semangat kebangsaan. Acara ini juga menjadi momen penting dalam sejarah Indonesia yang menandai kesatuan antara pemimpin dan rakyat dalam menjaga kemerdekaan.
