JABAR EKSPRES – Sebagai upaya memberikan harga kebutuhan pokok yang jauh di bawah standar pasar di tengah kemarau berkepanjangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali gelar Operasi Pasar (OP) di tiap Kewilayahan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah menyebutkan, hari ini terdapat tiga wilayah yang sudah menjalankan operasi pasar. Ketiga Kecamatan tersebut meliputi Rancasari, Sukasari, dan Coblong.
Maka dari itu, dalam gelaran OP ini Disdagin Kota Bandung melepas beras medium dengan harga Rp 10.200/kg dan per bagnya sebesar Rp51.000/5kg.
Baca Juga:Komitmen Bebas BABS, Pemkot Bogor Pegang Data By Name By AddressPj Bupati KBB akan Dilantik, Hengky Kurniawan: Siap Menjemput Takdir Lain, di Mana pun..
“Kita alokasikan 10 ton per kecamatan dari Bulog cabang Bandung. Kita siapkan 300 ton se-Kota Bandung. Tapi melihat antusiasme masyarakat, kami cukup khawatir karena antreannya sudah panjang,” ujarnya.
Selain beras, dalam gelaran OP ini juga terdapat barang kebutuhan pokok lain yaitu minyak goreng yang dijual di bawah standar pasar dengan harga Rp 13.500/liter, yang HETnya berada di harga Rp 14.000/liter.
Elly mengungkapkan, bagi masyarakat yang bakal membeli kebutuhan pokok di gelaran OP kali harus memiliki KTP berdomisili Bandung, dan alamat yang sesuai dengan kewilayahan tersebut.
“Karena ini akan digelar juga ke seluruh 30 kecamatan di Kota Bandung. Tujuan kita melakukan OP ini sebagai stabilisasi harga beras medium, mengendalikan inflasi, dan memberikan aksesibilitas kepada warga yang membutuhkan dengan harga lebih murah,” paparnya.
Dirinya memastikan, stok pasokan beras di Kota Bandung mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun nanti.
“Sampai akhir tahun bisa dipastikan stok beras aman sebanyak 13.000 ton” pungkasnya.
Hal ini juga berkesesuaian dengan yang diutarakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar.
