JABAR EKSPRES – Bangladesh telah bergulat dengan lonjakan kasus demam berdarah (DBD) pada saat ini.
Menurut laporan terbaru, sebanyak 3.084 kasus baru infeksi demam berdarah telah dilaporkan dalam 24 jam terakhir, disertai dengan jumlah kematian tambahan sebanyak 17 orang, dilansir dari Antara.
Jumlah kasus demam berdarah kumulatif tahun ini telah melonjak menjadi 170.768 kasus, dengan jumlah kematian yang melonjak melewati angka 800 jiwa yang hilang.
Baca Juga:Rusia Kembali Gempur Ukraina dengan Drone, Pasukan Ukraina Menghadang Hingga Satu Orang TerlukaPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan Ungkap Siapa yang Bisa Hentikan Perang Ukraina-Rusia, Inilah Orangnya!
Situasi ini mengkhawatirkan dan membutuhkan tindakan segera dari pihak berwenang dan masyarakat untuk mengendalikan populasi vektor nyamuk dan meminimalkan paparan individu seperti menggunakan obat nyamuk dan mengenakan pakaian berlengan panjang.
WHO juga telah memberikan dukungan teknis dan panduan kepada otoritas kesehatan di Bangladesh untuk meningkatkan pengawasan, manajemen kasus, pengujian laboratorium, dan pengendalian vektor.
Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, Anda harus menemui dokter sesegera mungkin.
Bulan September saja telah menyaksikan lonjakan kasus yang mengerikan, dengan total 46.960 kasus demam berdarah yang dilaporkan dan 246 kematian yang memilukan.
