JABAR EKSPRES – Marak beredar pesan suara intimidasi yang dilakukan oknum guru di SMKN 1 Depok yang beralamat di Jalan Raya Tapos, Gang Bhakti Suci, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok, mendapat sorotan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar).
“Jika itu memang ada intimidasi, kami akan lakukan teguran kepada sekolah yang bersangkutan,” kata Wahyu Mijaya.
Belum lagi masalah dugaan pungli juga belum selesai, sehingga pihak sekolah diharapkan menahan tindakan tersebut, sehingga masalahnya tidak melebar kemana-mana.
Baca Juga:Staf Bakar Sampah, Gudang Pesawat di Depok Malah TerbakarTak Ada Lampu Penerangan, Warga Ciadeg Bogor Keluhkan Takut Begal
“Ini saja dugaan punglinya belum selesai, jangan malah masalahnya menjadi lebar kemana-mana,” lanjutnya.
Namun menurutnya, jika tindakan yang dilakukan merupakan himbauan pihaknya bisa memaklumi karena seorang guru memang harus mengayomi dan mendidik muridnya, tapi jangan melakukan tindakan intimidasi.
Sementara itu, Wakil Kepala SMKN 1 Depok Bidang Kemitraan, Enden mengaku akan mencari tahu siapa pelaku pembuat pesan suara yang beredar.
Terkait adanya ucapan dalam pesan suara tersebut yang mengarah pada SMKN 1 Depok, karena yang bersangkutan mengucapkan nama Kepala Sekolah SMKN 1 Depok, Tatang, dan TO 1 yang mengarah kepada Teknik Otomotif, Enden pun tetap membantah.
“Kami sedang mencari tahu juga, (siapa pelakunya, red),” kata Enden saat dikonfirmasi, Kamis, 14 September 2023.
Dia mengatakan sebenarnya sekolah tidak ada arahan apapun kepada guru untuk melakukan sosialisasi atau araha terkait arahan terhadap siswa soal intimidasi yang dilakukan.
