Teti yang juga seorang tenaga pendidik alias dosen di salah satu perguruan tinggi di Bandung itu berujar, pihak instansi terkait harus bisa melakukan penertiban secara intens hingga spanduk tak lagi terpasang sembarangan.
“Bayangkan jika spanduk besar itu tumbang dan menimpa pejalan kaki atau pengendara,” ujarnya.
Teti menuturkan, dirinya merasabprihatin dan miris apabila melihat sejumlah titik baik bahu jalan serta kawasan Bundaran Cibiru kumuh, akibat banyak terpasang spanduk, baligo dan banner.
Baca Juga:Baru Sentuh Tingkat RW, Program Kang Pisman Belum Maksimal?Harga Beras Masih Tinggi, Operasi Pasar Segera Digelar
“Tolonglah segera tertibkan spanduk dan baliho yang merusak estetika dan mengundang kecelakaan,” tuturnya.
“Termasuk tertibkan terminal liar agar tak menambah kumuh dan tak jadi sumber kemacetan. Jalur Bundaran Cibiru-Cileunyi ‘kan kerap macet, jangan menambah sumber macet,” pungkas Teti. (Bas)
