JABAR EKSPRES – Sebuah rumah nyaris ambruk berdiri di Kampung Ciherang Gede, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Mirisnya, rumah milik seorang jompo bernama Mariah Mari (87) tahun itu tak tersentuh bantuan dari pihak pemerintah setempat.
Padahal, Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) telah menyiapkan anggaran daerah senilai Rp18 miliar untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2023.
Kiyai Rahmat Hidayatullah menambahkan, jika hujan turun kondisi menghawatirkan, dikarekan saat ini kondisi rumah tersebut atapnya menggunakan banner dan baliho bekas agar tidak masuk air.
Baca Juga:YCBM Gelar Acara Kaliber, Tebar Ribuan Benih ikan Hingga Penanaman Bibit PohonAkan di Ujicoba Besok Oleh Presiden Jokowi, Pj Gubernur Sebut KCJB Sudah Bagus
“Kami sangat prihatin yang seharusnya mendapat perhatian pemerintah. Ternyata ibu Mariah sama sekali tidak mendapat bantuan. Baik PKH. Rutilahu maupun yang lainnya, sehingga kami bersama temen temen menggalang dana untuk perbaikan rumah tersebut,”paparnya.
Dia mengaku, pihaknya sudah koedinasi dengan pihak desa dan selama ini menrima bantuan, dari pihak desa dan untuk kebutuhan sehari hari.
Sementara lanjut dia kondisi saat ini rumah tersebut tidak layak huni karena air hujan bisa masuk ke dalam rumah.
“Kalau kordinasi dengan desa kami sudah, namun info yang kami dapatkan itu pihak desa sudah memberikan bantuan dan habis untuk kebutuhan sehari hari. Makkanya kami mengajak kepada siapapun untuk membangun rumah tersbeut karena selama ini belum dapat perhatian pemerintah,” pungkasnya. (SFR)
