JABAR EKSPRES – Jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Bandung meningkat. Hal ini didapatkan setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memonitor 80 puskesmas.
“Memang itu ada kenaikan, saya cek ke puskesmas ada. Ada yang dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya, rata-rata ISPA dan diare ada kenaikan,” tambahnya.
Apabila dirinci, angka itu tembus mencapai 95 ribu kasus sejak bulan Januari hingga bulan Agustus tahun 2023. Adapun kasus tertinggi terjadi pada bulan Maret, Februari dan Januari yang lalu.
Baca Juga:DTPH: Belasan Ribu Hektar Lahan Pertanian di Jabar KekeringanKlarifikasi Persib Soal Legend For GP: Tidak Terlibat!
Saat ini, diketahui total penderita penyakit ISPA hingga Agustus mencapai 94.479 kasus. Anhar menyebut, pihaknya telah menyelidiki penyebab lonjakan kasus ISPA tersebut.
Hasil yang didapatkan adalah mayoritas penderita penyakit ISPA terpapar karena kondisi cuaca panas di musim kemarau. Ditambah terdampak dari El Nino.
“Kalau dokter memeriksa itu nanya (ke pasien) nah pertanyaan saya tolong cek apakah kedaruratan sampah atau tidak, semuanya menjawab tidak ada karena kedaruratan sampah. Semuanya menjawab karena cuaca,” sebut Anhar.
“Sejauh ini tidak ada (karena darurat sampah). Kalau faktor cuaca, seiring berjalannya waktu nanti turun sendiri. Penyakit ISPA dan diare karena cuaca. Kenaikannya signifikan,” pungkasnya.
