Vladimir Putin Beri Kode Ingin Perang Panjang di Ukraina

JABAR EKSPRES – Komparasi yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin antara invasinya ke Ukraina dan perjuangan Soviet melawan Nazi Jerman memperlihatkan indikasi Rusia untuk perang jangka panjang, menurut Institute for the Study of War (ISW).

Pada hari Selasa Vladimir Putin mberpidato, di mana isi pidato tersebut mengenang para pejuang dalam pertempuran Perang Dunia II, yang diagungkan oleh masyarakat Rusia karena dianggap sebagai pahlawan.

Dia memulai pidato dengan mengucapkan bahwa tahun ini merupakan peringatan 80 tahun titik balik konflik yang paling penting.

Putin mengatakan pertempuran Stalingrad yang berakhir dengan menyerahnya Jerman tanggal 2 Februari 1943, dan pertempuran Kursk, pertempuran tank terbesar dalam sepanjang sejarah, serta “pembebasan Donbas dan Kaukaus”.

Putin mengungkapkan “peringatan penting lainnya” yakni dekrit yang ditandatangani bulan Agustus 1943, tentang langkah-langkah untuk memulihkan perekonomian di daerah-daerah yang dibebaskan dari pendduukan Jerman yang memulai pembangunan infrastruktur di negara itu.

Dia mengapresiasi adanya peningkatan produksi, konstruksi, serta industri yang terjadi untuk membantu Uni Soviet pulih dari perang, sebelum akhirnya memasuki era saat ini.

Baca Juga: Vladimir Putin dan Kim Jong Un Akan Bertemu, Bahas Apa?

“Semua ini tentu saja sangat sesuai dengan situasi saat ini,” kata Putin.

“Operasi militer khusus terus berlanjut,” tambahnya, mengacu pada deskripsi Kremlin tentang invasi tersebut.

Vladimir Putin memetakan bagaimana sumberdaya sudah disalurkan untuk sekolah, rumah baru, rumah sakit, dan jalan di Lugansk dan Republik Rakyat Donetsk, Zaporozhia dan wilayah Kherson yang diklaim telah diambil, walaupun tak sepenuhnya dapat dikontrol.

“Persamaan langsung antara ‘operasi militer khusus’ dan Perang Dunia Kedua kemungkinan besar merupakan hal yang paling mendekati pengakuan Putin atau pejabat senior Rusia lainnya bahwa perang di Ukraina adalah perang yang sebenarnya,” kata ISW pada hari Selasa.

Lembaga penelitian tersebut mengatakan bahwa persamaan ini bertujuan untuk memberi tahu Rusia bahwa negaranya benar-benar sedang berperang meskipun disebut sebagai “operasi militer khusus”, dan bahwa Putin menetapkan “ekspektasi ideologis untuk upaya perang yang berkepanjangan.”

Mengangkat kejayaan masa lalu adalah tema yang berulang dari Putin, yang dalam upacara pada tanggal 23 Agustus untuk menandai Pertempuran Kursk, mengutuk komunitas internasional karena membiarkan kebangkitan Nazi Jerman dan mengklaim Barat telah menciptakan kondisi untuk konflik di Ukraina. .

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan