JABAR EKSPRES- Sebuah tim peneliti mengklaim berhasil menciptakan embrio manusia sintetik yang dapat bertahan di luar rahim. Embrio ini diciptakan di laboratorium menggunakan sel punca tanpa memerlukan sel telur atau sperma.
Para peneliti mengungkapkan bahwa setelah dua minggu, embrio tanpa sperma manusia sintetik ini menunjukkan perilaku yang mirip dengan embrio manusia asli. Bahkan, embrio sintetik ini mampu memberikan hasil positif dalam tes kehamilan karena melepaskan hormon yang sama seperti embrio manusia alami.
Temuan terbaru ini dianggap dapat sangat mendukung penelitian terhadap embrio. Sebagai catatan, penelitian terhadap embrio manusia alami seringkali tidak dilakukan karena melanggar etika dan hukum.
Baca Juga:Dampak Buruk Jika Keramas Menggunakan Air HangatKetahui Bahaya Makan Daging Ayam Setiap Hari
Namun, embrio manusia sintetik dapat meniru perkembangan embrio manusia alami dengan sangat mirip. Karena itu, embrio ini dapat digunakan dalam penelitian untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang perkembangan embrio tanpa melanggar hukum dan etika.
Profesor Jacob Hanna dari Weizmann Institute of Science menyatakan bahwa model embrio manusia yang dibuat dari sel punca menawarkan cara yang etis dan mudah diakses untuk mempelajari masalah-masalah perkembangan embrio di bulan pertama kehamilan.
Beliau juga menyoroti bahwa keguguran seringkali terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan karena wanita tidak menyadari kehamilan mereka.
Embrio manusia sintetik dapat membantu mengidentifikasi sinyal biokimia yang memastikan perkembangan embrio berjalan dengan baik di tahap awal ini, serta memahami potensi masalah yang mungkin terjadi dalam perkembangannya.
