“Jadi pengangkutan sampah organik itu ada jadwalnya. Misalnya hari Senin organik, lalu jika datang sampah anorganik kita tolak. Sehingga TPS- nya kita jaga. Makannya pilah sampah ini kita kordinasi dengan kewilayahan,” jelasnya.
Tak lupa Ema menghimbau agar masyarakat setidaknya bisa memilah sampah agar dapat membantu proses penyelesaian kedaruratan sampah yang tengah terjadi di Kota Bandung.
“Kita arahkan mencoba untuk menahan sampah di lingkungan. Kalau edukasi itu proses lama tidak bisa menjadi bagian dari penyelesaian di masa seperti ini. Jadi warga jangan lagi menyatukan sampah organik dan anorganik,” pungkasnya. (Dam)
