JABAR EKSPRES – Dalam peristiwa yang mengguncang Ukraina, Koordinator Kemanusiaan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Ukraina, Denise Brown, mengutuk aksi serangan rudal yang dilancarkan oleh Rusia dan mengenai kota Chernihiv pada hari Sabtu (19/8) waktu setempat. Serangan tersebut terjadi pada pagi hari saat orang-orang tengah beraktivitas di alun-alun utama kota, serta saat beberapa di antaranya sedang menuju gereja untuk merayakan hari raya keagamaan.
Pada hari serangan terjadi, merupakan hari raya Transfigurasi bagi umat Kristen Ortodoks. Banyak warga Chernihiv yang sedang menghadiri ibadah gereja pagi sebelum serangan menghantam.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menggambarkan serangan ini dalam sebuah unggahan di akun Telegram-nya, “Rudal Rusia menghantam pusat kota Chernihiv. Di sana terdapat alun-alun, universitas, dan bioskop.”
Baca Juga:Wali Kota di Ekuador Klaim Jadi Korban Upaya Pembunuhan Sehari Sebelum PemiluKebakaran Hutan Melanda 2 Wilayah Metropolitan Kanada: Puluhan Ribu Warga Mengungsi
Video pendek yang disertakan dalam unggahan tersebut menunjukkan puing-puing berserakan di sekitar alun-alun, dan mobil-mobil yang mengalami kerusakan parah.
Chernihiv dikenal sebagai kota yang memiliki jalan-jalan yang rindang serta gereja-gereja kuno yang memiliki nilai sejarah.
Iryna (24), seorang saksi mata ledakan, menggambarkan momen mengerikan tersebut, “Ada asap, jeritan, orang-orang berlarian, menangis, dan suara-suara erangan,” ujarnya seperti yang dikutip dari AFP.
