Akan tetapi, hal tersebut juga menjadi sebuah berkah bagi tim asal London Barat itu karena bisa bebas beroperasi tanpa harus mengikuti aturan UEFA.
- Penjualan Pemain
Terlepas banyaknya pemain yang datang dengan harga yang fantastis, nyatanya Chelsea juga melakukan penjualan pemain secara signifikan. Total, ada 13 pemain yang pergi secara permanen sejauh ini.
Dihimpun dari The Athletic, Chelsea berhasil mendapatkan uang hingga £200 juta. Walaupun penjualan tersebut tidak dapat mengimbangi pengeluaran mereka selama yang mencapai £900 juta dalam setahun terakhir, nyatanya uang £100 juta hasil dari penjualan pemain seperti Kai Havertz, Mason Mount, dan Mateo Kovacic secara teori dapat membiayai transfer sebesar £500 juta yang diamortasikan selama kontrak 5 tahun.
Baca Juga:Terkait Kualitas Udara, DLH Kota Bandung Jawab Kegelisahan MasyarakatPolusi Udara Semakin Menjadi, Kualitas Udara Kota Bandung Kategori Apa?
- Struktur Gaji
Pemilik 2 gelar UCL tersebut menerapkan struktur gaji baru agar bisa menghemat pengeluaran. Dengan kesepakatan dengan banyak pemain yang masih berusia dibawah 25 tahun, membuat gaji pokok yang akan mereka terima menjadi lebih rendah.
Hal ini tentu saja sangat menguntungkan Chelsea. Dengan struktur gaji yang lebih rendah, mereka dapat mendatangkan pemain lebih banyak dengan uang yang tersedia.
Chelsea kini sedang masuk dalam pantauan UEFA dan berada dalam ancaman pailit pada batas tiga tahun. Kerugian £105 juta lebih yang diderita klub tersebut membuat sang pemilik wajib menyuntikkan uang tunai sebesar £90 juta.
Untungnya, peraturan tersebut telah dilonggarkan oleh UEFA mulai musim ini. Hal ini membuat setiap tim diizinkan kehilangan uang £90 juta pada periode tiga tahun, 3 kali lipat dari aturan yang lama.
Demikianlah 5 strategi jenius Todd Boehly dalam menghindari Chelsea dari aturan FFP. Perlu diketahui, tim biru asal London Barat itu harus mengumpulkan keuntungan sebanyak-banyaknya hingga tahun 2024 agar terhindar dari hukuman FFP. (*)
