JABAR EKSPRES – Ratusan warga Palestina yang berada dalam tahanan Israel telah memulai aksi mogok makan tanpa batas waktu sebagai bentuk protes terhadap kondisi administrasi penjara yang mereka alami.
Lebih dari 1.000 tahanan dari berbagai penjara di Israel telah secara serentak memulai mogok makan pada pukul 7 malam waktu setempat.
Aksi ini dilaporkan sebagai respons terhadap agresi yang mereka anggap terjadi dalam administrasi penjara.
Baca Juga:146 Orang Ditangkap dalam Kerusuhan di Pakistan, Buntut Perusakan Al-Qur’an Hingga Penyerangan terhadap GerejaDPRD DKI Jakarta Bakal Segera Terapkan WFH sebagai Respons Atas Peningkatan Polusi Udara di Jakarta
Ketegangan meningkat ketika berita tentang penggerebekan di penjara Negev, Israel selatan, dan pemindahan tahanan ke lokasi lain mencuat.
Ini menciptakan atmosfer ketidakpastian yang lebih besar. Namun, hingga saat ini, otoritas Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait peristiwa ini.
Menurut sumber Palestina, sekitar 5.000 tahanan Palestina tengah mendekam di penjara-penjara Israel, dengan lebih dari 1.200 di antaranya ditahan tanpa adanya dakwaan atau proses pengadilan yang wajar.
Wilayah ini telah menjadi saksi meningkatnya serangan Israel dan ketegangan antara penduduk Yahudi dan Palestina.
Puluhan warga Palestina dan Israel telah menjadi korban dalam aksi saling serang ini, menurut laporan PBB.
Perlu diingat bahwa kondisi politik di kawasan ini telah lama dipenuhi dengan kompleksitas dan ketidakpastian.
