JABAR EKSPRES – Kelompok sayap kanan Denmark yang dikenal sebagai Danske Patrioter (Patriot Denmark) telah kembali melakukan tindakan provokatif dengan membakar salinan Al Quran di depan sejumlah Kedutaan Besar negara mayoritas Muslim. Pada pekan lalu, aksi tersebut terjadi di Copenhagen dan menargetkan sejumlah negara, termasuk Indonesia, Pakistan, Aljazair, Maroko, dan sebuah masjid.
Faizasyah menegaskan, “Kementerian Luar Negeri telah mengutuk tindakan provokatif ini dan memanggil perwakilan Denmark di Jakarta sebagai bentuk protes atas insiden ini.”
Belakangan ini, serangkaian aksi pembakaran Al Quran juga terjadi di Denmark dan Swedia. Pemerintah Swedia mengklaim bahwa aktivitas ini berada di bawah pengawasan ketat polisi, namun banyak pihak termasuk komunitas dan organisasi internasional menekankan perlunya sikap tegas dari kedua negara ini terhadap pelaku aksi provokatif ini, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
