JABAR EKSPRES – Krisis antara Ukraina dan Rusia kembali memanas seiring dengan serangan terbaru yang dilancarkan oleh Ukraina.
Jembatan Krimea, sebuah infrastruktur vital yang menghubungkan semenanjung Krimea dengan daratan Rusia, telah menjadi sasaran serangan yang mengakibatkan dampak signifikan terhadap pasokan logistik pasukan Rusia di wilayah tersebut.
Serangan terjadi pada Sabtu, 12 Agustus lalu, dengan Ukraina menggunakan teknologi drone untuk melancarkan serangan terhadap Jembatan Krimea.
Baca Juga:Xiaomi Luncurkan Redmi 12, Ponsel Pintar Terbaru dengan Desain Elegan dan Fitur UnggulanHarga iPhone 14 Turun, Peluang Bagi Pecinta Teknologi Papan Atas di Indonesia
Dalam pandangan Kementerian Luar Negeri Rusia, serangan terhadap Jembatan Krimea dianggap sebagai serangan teroris yang dilakukan oleh pihak Ukraina.
Penting untuk dicatat bahwa ini bukanlah kali pertama Jembatan Krimea menjadi target serangan.
Maria Zakharova, yang menjabat sebagai Juru Bicara resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, dengan tegas mengutuk serangan terbaru yang terjadi di Jembatan Krimea.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada hari ini, Zakharova menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan tersebut yang dinilai membahayakan nyawa warga sipil yang tidak berdosa dan merusak infrastruktur penting.
Maria Zakharova mengungkapkan bahwa tindakan semacam ini tidak hanya merugikan keamanan jembatan itu sendiri, tetapi juga mengancam nyawa warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik ini.
“Tidak ada pembenaran untuk tindakan biadab seperti itu dan itu tidak akan dibiarkan tanpa jawaban,” terangnya.
