Oleh karena itu, Polda Jabar berkolaborasi dengan Coklat Kita menghadirkan Napak Jagat Pasundan yang dikaitkan dengan program Polri yaitu ‘Bhayangkara Ngajaga Lembur.
”Bhayangkara Ngajaga Lembur menjadi bagian seluruh elemen, salah satunya diambil para seniman dan budayawan di sanggar seni di 23 kota/kabupaten di Jabar,” katanya.
Menurutnya, gelaran ini juga sebagai rangkaian acara menyambut HUT RI ke-78. Sehingga, Polri pun ikut menampilkan anggotanya berkolaborasi dengan seniman.
Baca Juga:Diberi Kepercayaan oleh Ali Hasan, Budhi Setiawan Siap Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat Cimahi di JabarSetelah 25 Tahun Perjuangkan Aspirasi Pemerintah Kota dan Warga Cimahi, Ali Hasan Pilih Tak Lagi Nyaleg DPRD Jabar
”Kita persembahkan juga penampilan dari Polwan-Polwan dan ibu-ibu Bhayangkari dalam rampak gendang,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pelestarian seni dan budaya juga selaras dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945, diperlukan strategi kebudayaan agar dapat memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.
Maka Presiden RI Bapak Joko Widodo telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2022 tentang Strategi Kebudayaan pada tanggal 14 September 2022.
”Jawa Barat, begitu banyak Seni dan budaya yang di miliki. Menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai budaya,” lanjutnya.
Dia pun mengapresiasi inisiasi Napak Jagat Pasundan yang merupakan kegiatan Pagelaran Budaya yang menggangkat seni dan budaya tatar pasundan.
”Coklat Kita sangat luar biasa, hadirnya Napak Jagat Pasundan mendukung kami, melakukan program yang menyasar pertunjukan digitalisasi untuk para seniman,” katanya.
Baca Juga:FKG-LPPM Unjani Gelar Penyuluhan Impaksi Gigi di RSD Gunung Jati CirebonTemui Presiden, DPP LDII Nyatakan Netral Bukan Underbow Partai Manapun
Dia menilai, Coklat Kita melalui Napak Jagat Pasundannya bisa mewadahi para seniman dan menjadi salah satu cara melestarikan seni budaya daerah, terutama seni budaya yang ada di tatar tanah Pasundan.
Semakin malam, pengunjung NJP Bahyangkara Jaga Lembur pun semakin membludak. Terlebih saat penampilan para bintang tamu yang menunjukan aksi-aksinya.
Pagelaran pun ditutup dengan pemapilan artis Sunda ternama Doel Sumbang. Lima lagu yang dipersembahkan Doel sumbang mampu menghilangkan rasa lelah dan dinginnya udara di sekitar area Gedung Sate. (adv/ziz)
