Gelaran NJP kali benar-benar sangat spesial. Pasalnya, selain digelar kolaborasi dengan Polda Jabar juga dilaksanakan di depan Gedung Sate yang merupakan icon dari Jawa Barat.
Lebih spesial lagi, karena latar panggungnya pun adalah gedung sate dan juga dihadiri ribuan masyarakat Kota Bandung dan Jawa Barat. Selain itu, NJP kali ini juga dikaitkan dengan jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Dimana pada kesempatan itu juga digelar deklarasi bersama Pemilu Damai yang dibacakan oleh Ketua KPU dan disaksikan oleh Bawaslu Jabar seta para perwakilan Partai Politik dan juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Forkopimda Jabar.
Baca Juga:Diberi Kepercayaan oleh Ali Hasan, Budhi Setiawan Siap Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat Cimahi di JabarSetelah 25 Tahun Perjuangkan Aspirasi Pemerintah Kota dan Warga Cimahi, Ali Hasan Pilih Tak Lagi Nyaleg DPRD Jabar
Wakapolda Jabar Brigjen Pol Bariza Sulfi mengatakan, melalui kegiatan ini senatiasa disinergikan dengan penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan serta menuju Polri Presisi, Pemilu damai, Indonesia maju.
”Dalam deklarasi kita sama-sama berkomitmen agar pesta demokrasi 2024 berjalan dengan damai,” ucapnya, saat ditemui disela-sela kegiatan, Sabtu (12/8).
Dia mengatakan, kegiatan “Napak Jagat Pasundan Bhayangkara Ngajaga Lembur” kolaborasi dari Coklat Kita dan Polda Jabar menjadi salah satu sinergitas dalam menciptakan ketertiban dan keamanan menuju pemilu damai.
”Deklarasi damai tadi betul-betul disaksikan oleh Masyarakat, dimana kita berkomitmen ciptakan Pemilu damai,” bebenya.
Tak hanya mengenal akan seni dan budayanya, melalui kegiatan ini juga dia berharap masyarakat ikut bisa membantu kepolisian untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah.
”Kami harap masyarakat tidak terganggu dengan adanya pesta demokrasi. Tapi mereka harus tahu bahwa mereka dibutuhkan untuk bersama-sama dengan Bhayangkara ngajaga lembur. Salah satu yang dilakukan dengan ikut melestarikan kesenian.
Sementara itu, Dirpamobvit Polda Jabar sekaligus Ketua Pelaksana Kombes Pol M. Hidayat B menambahkan, banyak warisan kekayaan dan keberagaman kebudayaan dari nenek moyang.
Baca Juga:FKG-LPPM Unjani Gelar Penyuluhan Impaksi Gigi di RSD Gunung Jati CirebonTemui Presiden, DPP LDII Nyatakan Netral Bukan Underbow Partai Manapun
”Begitu besar produk-produk budaya kearifan lokal yang dimiliki seperti kesenian khas daerah, teknologi, kuliner dan lainnya,” ungkapnya.
”Seiring perekembangan zaman mulai mengikis nilai-nilai kearifan lokal budaya. Sehingga, banyak generasi muda yang tidak tahu seni budaya nenek moyangnya,” terang Hidayat.
