Kisah UMKM Keripik Pare di Bandung, Jebakan Membawa Berkah

Sri Mulyati saat menunjukkan Keripik Pare hasil olahannya. Jabar Ekspres/Hendrik Muchlison.
Sri Mulyati saat menunjukkan Keripik Pare hasil olahannya. Jabar Ekspres/Hendrik Muchlison.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jebakan pembawa berkah. Begitulah kisah yang dialami Sri Mulyati, warga Kebongedang, Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat. Seorang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) keripik pare.

Langkah Sri saat melakoni bisnis keripik pare itu bisa dibilang tidak sepenuhnya mulus. Terutama saat memulai bisnis. Sri menceritakan, ia memulai usaha tersebut pada 2020 lalu.

Sri memutar otak agar uang Rp130 ribu itu bisa menjadi sumber pendapatan baru. Ia kemudian mendapat saran dari kerabatnya untuk membuat keripik pare.

“Waktu itu iseng aja. Jadi saya seperti masuk jebakan,” katanya.

Baca Juga:Hadapi Cuaca Ekstrem di Korea Selatan saat Jambore Internasional, Begini Kondisi Kontingen SukabumiTerungkap! KPK Beberkan Fakta Baru Soal Kabarsarnas Henri Alfiandi, Ngaku Terima Uang dari Lelang Proyek Pengadaan Barang?

Namun Sri tidak menyerah begitu saja, uang Rp 130 ribu sudah terlanjur dibelikan pare dan bahan baku lain. Sehingga mau tidak mau, Sri harus mampu menghasilkan uang dari bahan yang sudah dibeli itu.

Sri kemudian memulai berbagai eksperimen untuk menghasilkan keripik pare yang enak. Ia belajar otodidak dengan memanfaatkan youtube ataupun mengikuti pelatihan – pelatihan. Hasilnya setelah eksperimen resep ke lima, keripik pare Sri itu berhasil. Rasanya enak dan krispi.

Kini, Sri juga telah menikmati manisnya bisnis Keripik Pare itu. Dalam sebulan ia mampu mengolah sekitar dua kwintal pare.

“Omset bisa tembus Rp5 – Rp10 juta sebulan,” tuturnya.

Kinipun Sri juga bersyukur karena telah berkecimpung untuk mengolah Keripik Pare.

0 Komentar