Ini bisa di lakukan dengan puasa selama dua hari dalam seminggu, di mana pada hari berpuasa tidak mengonsumsi makanan padat atau di batasi hingga 500 kalori.
Pada hari makan, makanlah sesuai keinginan.
Puasa 24 Jam
Pendekatan ekstrem lainnya adalah puasa selama 24 jam satu atau dua kali dalam seminggu.
Metode Eat-Stop-Eat ini mengharuskan untuk tidak mengonsumsi makanan apa pun selama 24 jam, dengan di mulai dari makan sarapan hingga sarapan keesokan harinya.
Baca Juga:Menjelajah Wisata Kuliner di Taman Saparua BandungVivo Y36 Gold Smartphone Terbaru yang Eksklusif dan Mewah, Berikut Harganya
Minum air putih, teh, dan minuman bebas kalori tetap di perbolehkan selama masa puasa.
Manfaat Hebat di Balik Intermittent Fasting
Penelitian terkini menemukan bahwa diet intermittent fasting memberikan sejumlah manfaat dalam jangka pendek, salah satunya adalah memicu ketosis yang dapat membantu tubuh memecah lemak untuk energi.
Selain itu, puasa intermiten juga memiliki efek positif terhadap metabolisme tubuh, membantu mengurangi peradangan, serta meningkatkan regulasi gula darah.
Penting untuk selalu berkonsultasi dengan ahli gizi atau profesional medis sebelum memulai perubahan signifikan dalam pola makan dan gaya hidup Anda.
Dengan tekad dan di siplin yang kuat, siapa tahu Anda pun bisa meraih keajaiban kesehatan dan kebahagiaan seperti yang telah di temukan oleh Tika Panggabean.
