Program Bansos Bermanfaat Tekan Kemiskinan Ekstrem, Target 0 Persen Pada 2024

JABAR EKSPRES – Bantuan sosial (bansos) merupakan bantuan berupa uang, barang, atau jasa yang diberikan kepada masyarakat miskin yang dianggap membutuhkan.

Bansos memiliki peranan penting untuk mengatasi persoalan kemiskinan di Indonesia. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdulla menyatakan bahwa salah satu kunci untuk membuat kemiskinan ekstrem Indonesia hingga nol persen adalah dengan menyalurkan bantuan sosial secara tepat.

“Yang namanya bantuan sosial itu pasti efektif untuk menangani kemiskinan ekstrem. Tapi kuncinya akan efektif kalau program itu tepat sasaran, tepat guna,” ucap Piter, (6/8).

Piter menyatakan bahwa masyarakat yang miskin ekstrem yaitu mereka yang tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, minum, dan tempat tinggal.

Dia pun menuturkan semestinya di Indonesia khususnya di DKI Jakarta tak ada lagi warga yang mestinya masuk ke dalam kategori miskin ekstrem lantaran pemerintah telah membuat banyak program bansos berupa uang tunai atau sembako.

Baca Juga: Cek Sekarang! Bansos 2023 PKH dan BPNT Mulai Cair

Piter pun menyatakan bahwa apabila saat ini ada warga yang tergolong ke dalam kemiskinan ekstrem maka kesalahan ada di dalam penyaluran bantuan sosial karena tidak tepat sasaran. Atau tidak ada yang memberikan laporan ke pemerintah untuk menanggapi perihal tersebut.

“Kalau sampai masih ada kemiskinan ekstrem berarti ada masalah dalam penyaluran bantuan sosial. Dan seharusnya mereka menjadi fokus utama untuk mendapatkan bantuan sosial,” ucap Piter.

Dia pun mengatakan bahwa pemerintah membuat target kemiskinan ekstrem di Indonesia mencapai nol persen pada tahun 2024 ialah hal yang nyata, lantaran pemerintah sudah banyak memberikan bantuan sosial.

“Masyarakat bukan butuh programnya banyak, tetapi butuh sebuah sistem yang membuat pemerintah tahu persis siapa dan dimana mereka yang miskin yang perlu mendapat bantuan,”ujarnya.

Berdasarkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), angka kemiskinan ekstrem per September 2022 jumlahnya 1,74 persen. Kemudian pada bulan Maret 2023 angka kemiskinan ekstrem turun menjadi 1,12 persen.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryantono ada tiga strategi untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem. Yaitu mengurangi beban yang salah satunya dilaksanakan melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Kemudian adanya peningkatan pendapatan dari masyarakat dan perbaikan sanitasi dan infrastruktur.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan