JABAR EKSPRES – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Cimahi turut menggandeng para penyelenggara pemilu lain untuk aktif melaksanakan peran pengawasan partisipatif. Hal itu juga untuk meningkatkan partisipasi memilih dan peran pengawasan dari masyarakat.
Yasin menambahkan, para PPK dan PPS itu sengaja dihadirkan agar turut menyampaikan pesan – pesan pengawasan kepada masyarakat luas. Apalagi mereka juga memiliki kantor di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Sehingga lebih dekat dijangkau atau menjangkau masyarakat. “Misal nantinya ada masyarakat datang mengadu ke PPS soal pelanggaran, bisa diteruskan ke rekan-rekan bawaslu,” urainya.
Yasin mengakui memang sejumlah masyarakat banyak yang mengadu terkait maraknya atribut partai politik bertebaran di sudut – sudut kota. Tapi bawaslu sendiri juga belum bisa berbuat banyak, karena tahapan kampanye belum dimulai.
Baca Juga:Bappeda Rancang Pembangunan Jabar 2025-2045, Gini Ratio hingga Pengangguran Jadi TantanganTips Aman Berkendara Sepeda Motor di Musim Kemarau
Penertiban pemasangan atribut – atribut partai itu saat ini masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Hal itu terkait keindahan dan ketertiban kota. “Kegiatan sengaja di Bandung karena menurut kami di Cimahi juga belum ada tempat yang representatif,” pungkasnya.(son)
