JABAR EKSPRES- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menyatakan bahwa akan mengambil tindakan untuk menertibkan hutan kota di Cawang yang diduga menjadi tempat berkumpulnya kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
Hutan Kota UKI Cawang di Jakarta Timur telah menjadi viral di media sosial dan dianggap sebagai ‘sarang’ LGBT.
“Kita akan menertibkan nanti, karena kita memiliki Satpol PP yang akan berkoordinasi dalam hal ini,” ujar Heru saat berada di Pulau Pramuka, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, pada Selasa (25/7/2023).
Baca Juga:Belum Selesai ! PSSI Siap Dukung Proses Hukum Tragedi KanjuruhanPelatih Baru Persib Bandung, Resmi Menunjuk Bojan Hodak
Sebelumnya, Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina, telah mengungkapkan bahwa ada tempat berkumpulnya kelompok LGBT di salah satu hutan kota di Jakarta Timur.
Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI untuk melakukan pengawasan di wilayah tersebut.
“Contohnya terjadi di hutan kota Jalan Perindustrian, Jakarta Timur, tempat yang menjadi tempat berkumpulnya kelompok LGBT,” kata Herlina saat dikonfirmasi pada Kamis (20/7/2023).
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan pengawasan dan pengamanan di area hutan kota tersebut penting karena sering terjadi tindak kriminalitas dan aktivitas LGBT.
Adanya berkumpulnya kelompok LGBT di kawasan Hutan Kota UKI Cawang, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar.
Warga sekitar merasa cemas dengan kehadiran kelompok tersebut yang sering berkeliaran di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) tersebut, terutama di malam hari.
Salah satu warga bernama Rachim (45 tahun), yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kopi keliling, mengaku sering melihat orang-orang yang diduga sebagai anggota kelompok LGBT berkumpul di Hutan Kota UKI Cawang.
Baca Juga:Hati-Hati, Modus Penggunaan BPJS Semakain Marak TerjadiKetersediaan Gas LPG 3 Kg Dijamin Aman oleh Pertamina
“Saya melihat mereka berkumpul di dalam hutan, tetapi biasanya mereka datang pada malam hari, mulai dari pukul 19.00 WIB hingga pagi, bahkan sampai subuh. Mereka suka berada di tempat yang gelap-gelap, tidak suka berada di tempat yang terang,” ungkap Rachim ketika ditemui oleh Republika.co.id saat sedang berdagang di kawasan Hutan Kota UKI Cawang pada Selasa (25/7/2023) malam.
