JABAR EKSPRES – Sejumlah kontroversi yang hadir selama Liga 1 berlangsung menjadi perhatian sejumlah pihak.
Selama 4 pekan bergulir, Liga 1 menjadi sorotan, terlebih belum lama ini keputusan wasit menjadi kontroversi.
“Tentang perwasitan, bahwa kalau ada wasit yang nakal pasti saya gigit, dan buktinya kan sudah ada beberapa yang dipanggil bareskrim kemarin,” ujar Erick saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Pemkot Bandung Akan Amankan Aset Kebun Bintang, Begini Penjelasan Ema Sumarna Kolaborasi dengan Berbagai Pihak, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Gelar Aksi Bersih-Bersih
Erick menjelaskan para wasit yang dipanggil bareskrim tidak langsung ditangkap, namun diperiksa terkait pengaturan skor. Erick menengaskan semuanya perlu bukti.
“Tapi bukan berarti mereka ditangkap, karena kan belum terbukti. Jadi intinya, kalau mereka ikut main pengaturan skor pasti ditangkap. Dan kalau ditangkap oleh kepolisian ya dari kami pasti hukuman seumur hidup. Tapi ini kan perlu bukti,” katanya.
“Jadi konteksnya, satu, kita gigit kalau ada main, pihak kepolisian sudah siap. kedua, kalau memang meniup salah kapabilitasnya kita didik, kita dorong. Kemarin ada pelatihan sudah dua kali. Yang ketiga teknologi, sehingga mengurangi daripada kesalahan,” jelasnya.
Namun baginya, untuk saat ini VAR adalah yang terpenting.
“Tetapi yang paling penting, bagaimana kita menuju VAR di bulan februari 2024 supaya bisa menekan kekurangan ini,” lanjutnya.
