JABAR EKSPRES – Sebuah kelompok penyelam telah menemukan ikan langka di perairan lepas Taiwan, ikan ini di sebut sebagai Ikan Kiamat Raksasa.
Ikan ini memiliki bentuk yang tidak biasa karena tubuhnya di lengkapi dengan lubang dan berdiri secara vertikal, tidak seperti ikan pada umumnya yang berenang secara horizontal.
Ikan ini memiliki tubuh berwarna silver dengan kilauan aksen glitter yang menarik.
Baca Juga:Logo Twitter Bakal Berubah Menjadi ‘X’, Begini Alasan Elon MuskMampu Tandingi iPhone 14, Ini Spesifikasi Super Gahar ZTE Nubia Z50S Pro
Karena habitatnya yang jauh di dasar laut, oarfish jarang sekali di jumpai oleh manusia.
Pertemuan langka kelompok penyelam dengan oarfish raksasa ini terjadi di Distrik Ruifang, sebelah timur Taiwan.
Dalam legenda, kemunculan ikan raksasa seperti oarfish di permukaan laut sering di anggap sebagai pertanda akan terjadi bencana.
Namun, Cheng-Ru mengatakan bahwa wilayah timur laut Taiwan menyimpan banyak keajaiban alam, dan pertemuan dengan oarfish raksasa ini merupakan pengalaman pertamanya.
“Banyak hewan menakjubkan yang bisa di temukan di timur laut Taiwan. Namun, ini adalah kali pertama saya bertemu oarfish raksasa,” kata Cheng-Ru, di kutip dari Newsweek, Senin (24/7/2023).
Oarfish adalah ikan bertulang terpanjang di dunia menurut Guinness World Records.
Pada masa lalu, telah di temukan oarfish dengan panjang sekitar 50 kaki di New Jersey pada tahun 1963, dan oarfish dengan berat 600 pon di Maine pada tahun 1885.
Baca Juga:Chery Akan Meluncurkan Dua Model Mobil Baru di GIIAS 2023Vivo Y27 Siap Meluncur di Tanah Air, Hadir dengan Fitur Flashcharge 44w
Cerita rakyat Jepang juga menyebut penampakan oarfish sebagai pertanda bencana yang akan datang. Dengan menyebut ikan ini sebagai ‘ryugu no tsukai’, yang artinya ‘pembawa pesan dari Kerajaan Tuhan’.
Legenda Jepang percaya bahwa oarfish adalah pelayan Dewa Laut bernama ‘Ryujin’. Dan ikan ini membawa pesan dari Dewa Laut tentang kemungkinan terjadinya gempa di daratan.
Meskipun ada cerita tentang hubungan penampakan oarfish dengan bencana, ilmuwan menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan keterkaitan tersebut.
