JABAR EKSPRES – Semua bermula pada 3 Mei, ketika kerusuhan melanda negara bagian Manipur di India. Penyebabnya adalah permintaan Pengadilan Tinggi Manipur agar suku Meitei dimasukkan ke dalam daftar Scheduled Tribe. Status ini memberi hak bagi suku tersebut untuk membeli lahan di perbukitan tempat tinggal suku Kuki dan beberapa suku lain, serta mendapatkan pekerjaan di pemerintahan.
Tentu saja, suku Kuki yang merupakan minoritas di India merasa tersinggung dan geram. Mereka menyuarakan protes di berbagai wilayah Manipur, yang sayangnya sering berakhir dalam kekerasan.
Forum Pemimpin Suku Pedalaman menyatakan bahwa kedua perempuan itu adalah anggota suku Kuki. Salah satu korban mengungkapkan bahwa para pelaku merupakan anggota geng Meitei yang sebelumnya telah membakar desa mereka.
Baca Juga:Mitos atau Fakta: Benarkah Mesin Kendaraan Bisa Mati Saat Melintasi Rel Kereta?Karya Gemilang Oppenheimer Meraih Pujian Luar Biasa, Menempatkannya di Posisi Teratas Daftar Film Nolan
“Kami dipaksa melepas baju dan diancam akan dibunuh jika tidak menuruti perintah. Lalu mereka memerintahkan kami untuk berjalan telanjang dan meraba-raba tubuh kami,” ujar korban.
Peristiwa mengerikan itu menyebabkan amarah suku Kuki semakin memuncak. Namun, setelah insiden tersebut, kedua perempuan telah dievakuasi dan berada dalam keamanan di kamp pengungsian. Sementara itu, kepolisian terus melakukan penyelidikan.
Laporan polisi yang diterima pada 18 Mei mengindikasikan serangan keluarga kedua perempuan dan pembunuhan dua pria oleh komplotan Meitei. Tetapi, dalam laporan itu tidak secara jelas menyebutkan tentang pemerkosaan.
