JABAR EKSPRES – Keadaan semakin memanas di negara bagian Manipur, India, setelah dua perempuan menjadi korban pemerkosaan dan diarak telanjang oleh kelompok bersenjata di tengah perseteruan antara suku Kuki dan Meitei.
Dilaporkan oleh Associated Press, situasi kerusuhan ini telah berlangsung sejak tanggal 3 Mei ketika Pengadilan Tinggi Manipur meminta pemerintah daerah untuk merekomendasikan pemberian status Scheduled Tribe kepada suku Meitei.
Pemberian status tersebut akan memberikan hak kepada suku Meitei untuk membeli lahan di daerah perbukitan, tempat tinggal suku Kuki dan beberapa suku lainnya. Selain itu, mereka juga berhak mendapatkan pekerjaan di pemerintahan.
Baca Juga:Aksi Penistaan Al-Qur’an Kembali Terjadi di Eropa, Iran Panggil Dubes Denmark untuk PertanggungjawabanPKB Menggalang Dukungan dan Tekad Menjadikan Cak Imin sebagai Capres 2024
Hal ini menimbulkan kemarahan di kalangan suku Kuki yang merupakan minoritas di India. Mereka menggelar protes di berbagai wilayah Manipur yang sering berujung pada kerusuhan.
Menurut Forum Pemimpin Suku Pedalaman, kedua perempuan yang menjadi korban pemerkosaan tersebut merupakan anggota suku Kuki.
Salah satu korban mengisahkan bahwa para pelaku merupakan bagian dari kelompok bersenjata Meitei yang sebelumnya telah membakar desa mereka.
“Mereka memaksa kami membuka baju dan mengatakan kami akan dibunuh jika tak melakukan yang disuruh. Mereka lalu menyuruh kami berjalan telanjang. Mereka melecehkan kami,” ujar korban itu.
Berdasarkan laporan yang diterima oleh kepolisian pada 18 Mei, kelompok Meitei menyerang keluarga kedua perempuan itu dan menyebabkan kematian dua pria.
