JABAR EKSPRES – Ledakan yang menggegerkan terjadi di sebuah pabrik pengayaan uranium di Ural, Rusia pada Jumat (14/7), meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan kebocoran radiasi ke sekitar lokasi kejadian. Rosatom, perusahaan pelat merah pengayaan uranium dan pemilik pabrik tersebut, telah mengeluarkan pernyataan mengenai risiko pencemaran radiasi akibat insiden ini.
Menurut pernyataan resmi Rosatom pada Jumat (14/7), ledakan terjadi sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat di sebuah bengkel di Novouralsk, di mana sebuah silinder berisi uranium heksafluorida yang sudah habis mengalami penurunan tekanan. RIA Novosti, kantor berita pemerintah Rusia, melaporkan bahwa satu orang meninggal dunia akibat kejadian ini. Meskipun demikian, tingkat radiasi di fasilitas tersebut diklaim tetap normal oleh layanan darurat.
“Kami merasa lega melaporkan bahwa semua pekerja yang diperiksa di rumah sakit telah pulang setelah menjalani proses dekontaminasi. Kesehatan mereka tidak dalam bahaya,” tambah Rosatom seperti yang dikutip dari Newsweek.
