JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) imbau masyarakat agar tak panik berlebihan, dalam menghadapi musim kemarau 2023.
Terkait hal itu, dampak kekeringan cukup menjadi kekhawatiran sejumlah wilayah, termasuk desa-desa yang ada di seluruh Indonesia. Diketahui, ancaman kekeringan sempat menghantui wilayah Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Hal itu, diakui oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Cicalengka Wetan, Ardhi Saehari. Dia berujar, pada 2019 ke belakang terdapat sejumlah warga yang kesulitan menikmati air, ketika memasuki musim kemarau.
Baca Juga:Upaya Hapus Stigma Negatif Terhadap ODHA, Gerakan Pita Merah Luncurkan Film Berjudul STIGMAKAI Hadirkan Program Umroh Gratis Tahap 2, Tingkatkan Transaksi di Access by KAI
“Paling sering itu RW12 dan RW13. Karena sebelumnya sarana air bersih masih terbatas,” ujar Ardhi saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Jumat (14/7).
“Alhamdulillah secara bertahap sudah mulai terbentuk di setiap RW, kita pengadaan SAB (Sarana Air Bersih),” imbuhnya.
Dari sebanyak 16 RW di wilayah Desa Cicalengka Wetan, setiap RW sudah mempunyai SAB untuk kebutuhan warga. Bahkan di beberapa RW diketahui sudah memiliki SAB lebih dari satu, alias setiap RT mempunyai SAB, salah satunya di RW08.
“Kita pengelolaan per kubik, Rp2500 (rupiah). Dari pendapatannya kita bagi untuk pengelolaan dan juga anggota pengelola yang sudah diberikan SK kepala desa,” bebernya.
Oleh sebab itu, Ardhi menyampaikan, Desa Cicalengka Wetan meski sempat dihantui kekeringan di tahun-tahun sebelumnya, untuk saat ini tak terlalu mengkhawatirkan kehadiran musim kemarau.
“Tapi untuk di RW12 dan RW13 masih jadi prioritas karena terpisah jalan raya, otomatis SAB di area sana diupayakan bisa terbentuk di tiap RT,” tukas Ardhi.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, wilayah Jawa Barat saat ini tengah mengalami musim kemarau.
