JABAR EKSPRES – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pembangunan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat seharusnya rampung secara bersamaan.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi membeberkan alasan mengapa pembangunan Jalan Tol Cisumdawu dan Bandara Kertajati tidak selesai secara bersamaan. Menurut orang nomor satu di Tanah Air tersebut, pembangunan Tol Cisumdawu terhambat pembebasan lahan.
Seperti diketahui bahwa selepas dari Bandara Kertajati, Presiden Jokowi dijadwalkan meresmikan Jalan Tol Cisumdawu tepatnya di ruas Km 169 atau terowongan kembar yang berada di Rancakalong, Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:Tak Jadi di Gerbang Ujungjaya, Lokasi Peresmian Tol Cisumdawu Pindah ke Terowongan KembarDiresmikan Hari Ini, Tol Cisumdawu Dinilai Bakal Tingkatkan Mobilitas Bandara Kertajati
“Setelah selesai ini, saya yakin bandara ini akan jadi bandara masa depan dengan traffic yang sangat padat,” kata Presiden Jokowi.
Selain kehadiran Tol Cisumdawu, pemerintah juga mendorong pengembangan Bandara Kertajati melalui pengalihan penerbangan komersial dari Bandara Husein Sastranegara Bandung.
“Untuk yang (pesawat jet) Oktober, baling-baling maksimal satu tahun,” lanjutnya.
Bersamaan dengan itu, rencananya investor luar negeri yang tertarik turut mengelola Bandara Kertajati juga diharapkan bisa merampungkan proses yang diperlukan sebelum Oktober 2023. Pasalnya, Kepala Negara berharap kehadiran pengelolaan investor asing tersebut dapat memicu lalu lintas penerbangan di Bandara Kertajati.
