Minta Kemenhub Tutup Bandara Halim, Komisi V DPR RI Rekomendasikan Bandara Atang Sanjaya Bogor Diberdayakan

Jabarekspres.com, BOGOR – Anggota komisi V DPR RI Mulyadi meminta Kementerian Perhubungan Menutup Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Rekomendasi itu disampaikan politisi partai Gerindra saat rapat Dengar Pendapat bersama Dirjen Kemenhub di Gedung DPR RI, Senin (11/7) kemarin.

BACA JUGA: Diresmikan RI 1! PT CKJT Pastikan Kondisi Ruas Tol Cisumdawu Sudah 100 Persen Selesai

Mulyadi menilai, Bandara Halim perdana Kusuma tidak mencerminkan sebagai etalase negara. Sebab menurutnya, tata kelola dan fasilitas disana buruk.

“Saya merekomendasikan sebagai anggota komisi V kaji itu Halim lebih baik ditutup saja bikin Malu.Saya mengalami sendiri Halim tidak mencerminkan etalase negara, kasihan masyarakat tata kelola buruk, fasilitas lebih buruk lagi,” tegasnya.

Legislator asal Kabupaten Bogor itu bercerita berkali-kali menggunakan Bandara Halim Perdanakusuma, Ia mengaku tidak merasakan pelayanan yang baik.

“Saya berkali-kali menggunakan bandara Halim yah, konteks bandara kan dalam konteks aktivitas nya pelayanan. Saya tidak merasakan Halim itu di Jakarta.Halim itu seperti di daerah tertinggal bahkan bandara perintis saya kira crowded. fasilitas dan tata kelola ya,” paparnya.

Bahkan, saat Ia landing dari Malang di Bandara Halim saat itu hujan dan kondisi di bandara sangatlah crowded.

“Crowdednya apa hujan besar , petugas nya berjajar menyiapkan payung seperti parade. Penumpang diminta berbaris ketika keluar dari garbarata,” tambahnya.

“Jadi saya mohon maaf dengan segala hormat saya kira bandara Halim adalah simbol negara yang sangat terbelakang,” sambungnya.

Tak hanya itu, Mulyadi juga menyoroti akses jalan menuju Bandara Halim yang kerap kali macet.

“Kembalikan saja (Bandara Halim) sebagai pangkalan militer dan VIP. Coba berdayakan saja bandara di Atang Sanjaya Bogor. Ibu sudah memberikan kontribusi kepada penderitaan masyarakat yang dari subuh sampai jam 10 pagi macet bahkan dibuat contra flow tidak berpengaruh. Saya ga kebayang kalo penumpang-penumpang dialihkan ke Atang Sanjaya mungkin traffic nya akan seimbang,” pungkasnya. (SFR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan