JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) mencatat sepanjang bulan Januari hingga Juli 2023, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti berada diangka 7.512 kasus dengan kematian sebanyak 49 orang.
Ketua Tim Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Jabar, Yudi Koharudin menyebutkan bahwa jumlah kasus DBD tersebut diakibatkan adanya faktor perubahan cuaca. Sehingga menimbulkan banyaknya genangan air di lingkungan masyarakat.
Berdasarkan data yang diterima, Kota Bandung menduduki wilayah tertinggi untuk kasus DBD di Jabar. Bahkan Yudi Kiharudin menyebut ada sekira 1.021 kasus DBD di kota tersebut dengan angka kematian sebanyak 4 orang.
Baca Juga:Nama Pendiri Kabupaten Bandung Barat Bakal Diabadikan, Henky Kurniawan: Kita Harus Lanjutkan Perjuangannya!Heboh Berkelahi saat Acara Karnaval, 2 Pemuda di Sukabumi Akhirnya Damai
“Ini kami selalu wanti-wanti karena, kematian ini (akibat DBD) biasanya karena terlambat dibawa ke fasyankes (fasilitas Layanan Kesehatan). Jadi ini sangat hati-hati, manakala misalnya dirumahnya ada yang demam selama tiga hari lalu enggak turun-turun, itu harus segera dibawa ke fasyankes untuk di cek apakah DBD atau bukan,” lanjutnya.
Selain itu, Yudi juga menuturkan bahwa Dinkes Jabar juga telah mengirimkan surat edaran (SE) atau pemberitahuan kepada seluruh kabupaten kota untuk dapat meningkatkan kewaspadaannya terhadap kasus DBD.
“Sebetulnya kita sudah ngasih SE atau pemberitahuan ke Kabupaten kota supaya, disampaikan ke setiap fasyakes nya dan disampaikan ke masyarakat,” katanya, memungkasi. (San)
