PBB Mengutuk Keras Operasi Militer Israel di Jenin Palestina Karena Menewaskan Warga Sipil

PBB Mengutuk Keras Operasi Militer Israel di Jenin Palestina Karena Menewaskan Warga Sipil
Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Foto: Leif Jørgensen/Wikimedia Commons)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk keras serangan brutal operasi militer Israel di Jenin, Palestina.

PBB menilai bahwa operasi militer Israel dalam menduduki Tepi Barat sangatlah berlebihan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh kepala PBB, Antonio Guterres, di markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada Kamis 6 Juli 2023.

Baca Juga:Dewan HAM PBB Bakal Gelar Debat Darurat Terkait Kasus Pembakaran Al-Qur’an di SwediaIsrael Klaim Bisa Serang Jenin Palestina Kapan Saja

“Serangan udara dan operasi darat Israel di kamp pengungsi yang padat adalah kekerasan terburuk di Tepi Barat dalam beberapa tahun, dengan dampak yang signifikan terhadap warga sipil, termasuk lebih dari 100 orang terluka dan ribuan orang terpaksa mengungsi,” ujarnya, dikutip dari TRT World.

Kematian warga sipil ini tentunya merupakan pelanggaran internasional yang sama sekali tidak bisa diterima.

Israel memulai serangan brutalnya ini pada Senin, 3 Juli 2023, dan kemudian menarik pasukannya di Tepi Barat pada Rabu, 5 Juli 2023.

Operasi militer Israel ini telah menewaskan 12 warga Palestina dan 100 orang luka-luka.

3 dari 12 korban yang meninggal dalam operasi militer Israel tersebut adalah anak-anak.

Bangunan-bangunan di Jenin Palestina hancur imbas dari agresi militer Israel yang terjadi semenjak beberapa hari kemarin.

Tidak hanya itu, serangan brutal pasukan Israel ini juga merusak fasilitas medis dan juga menyebabkan luka terhadap petugas medis setempat.

Baca Juga:Kota Jenin Palestina Porak-Poranda Karena Operasi Militer IsraelHonda PCX 175, Skutik Elegan dengan Performa Handal di Jalanan

Menurut otoritas Palestina, serangan besar-besaran pasukan Israel itu merupakan yang terbesar dan “paling kejam sejak 2002”.

Semenjak itu, seluruh dunia Islam pun turut mengecam aksi serangan besar-besaran dari militer Israel itu dalam beberapa hari kemarin di Tepi Barat.

0 Komentar