JABAR EKSPRES – Pada Rabu (28/6), kapal selam Titan yang telah dikeluarkan dari dalam laut tiba di Kanada setelah pemulihannya. Tim operasi gabungan AS dan Kanada berhasil menemukan dan mengangkat puing-puing kapal selam Titan dari dasar laut, sekitar 1.600 kaki atau 500 meter dari haluan Titanic.
Puing-puing tersebut ditemukan sekitar empat kilometer di bawah permukaan laut dan 400 mil lepas pantai Newfoundland.
Dalam penemuan ini, para ahli menduga bahwa sisa-sisa jasad manusia juga ditemukan di dalam puing-puing kapal selam Titan. US Coast Guard mengungkapkan bahwa mereka akan melakukan penelitian lebih lanjut dengan hati-hati terhadap temuan tersebut.
Baca Juga:Turki Melontarkan Kecaman atas Insiden Pembakaran Al Quran di Swedia saat Hari Raya Iduladha!Penampakan Langka! Tradisi Iduladha Unik yang Hanya Ada di Palestina
Tim medis profesional Amerika Serikat akan melakukan analisis formal terhadap sisa-sisa tersebut.
Operasi penyelamatan dan pemulihan kapal selam Titan ini merupakan tugas yang berisiko tinggi. Tim yang bekerja tanpa henti selama lebih dari 10 hari menghadapi tantangan berat dan melelahkan.
Potongan kapal selam tersebut nantinya akan diserahkan kepada penyidik untuk menjelaskan penyebab ledakan dahsyat yang menewaskan semua penumpang kapal, termasuk CEO OceanGate Expeditions Stockton Rush, miliarder Inggris Hamish Harding, pengusaha Shahzada Dawood dan putranya Suleman, serta ahli kelautan Prancis Paul-Henri Nargeolet.
Insiden ini menandai kematian pertama dalam lebih dari 60 tahun eksplorasi sipil ke dalam laut dan menjadi peristiwa yang sangat serius.
Meskipun pejabat Kanada menolak berkomentar mengenai pemulihan puing-puing, diharapkan penemuan ini akan memberikan pemahaman lebih lanjut tentang tragedi yang terjadi dan memungkinkan penyelidikan lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut.
