JABAR EKSPRES – Sedang heboh soal bahtera nabi nuh yang berada di ponpes Panji Gumilang atau Al Zaytun, banyak dipertanyakan orang-orang soal keberadaannya
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, terus menjadi sorotan publik dengan berbagai kejutan yang mereka tawarkan.
Diketahui, Ponpes Al Zaytun telah dituduh memberikan ajaran sesat kepada para santri dan jemaahnya.
Baca Juga:Serangan Udara AS di Suriah: 8 Kombatan Pro-Iran Tewas dalam Balasan MematikanBuru Gabung! Ada Event Seru dengan Hadiah Saldo DANA Gratis Rp650.000 yang Menanti Kamu!
Namun, bukan hanya itu saja, kabarnya Ponpes Al Zaytun juga terlibat dalam kasus pemerasan.
Buktinya, mereka bahkan memiliki galangan kapal sendiri di dekat pantai yang terletak di daerah Jalur Pantura, Blok Cibiuk, Desa Eratan Kulon, Kecamatan Kadanghaur, Indramayu.
melansir dari berbagai sumber melaporkan bahwa galangan kapal tersebut memiliki ukuran yang sangat besar. Dan saat ini, sedang ada dua kapal sedang dikerjakan di sana.
Dengan bangga, Ponpes Al Zaytun berencana membuat kapal-kapal ini sebesar dan sehebat bahtera Nabi Nuh.
Menurut penjaga galangan kapal Al Zaytun, Abdul Qodir, kapal-kapal ini akan digunakan untuk berlayar mencari ikan.
Hasil tangkapan laut tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri Ponpes Al Zaytun.
Abdul Qodir menjelaskan bahwa Ponpes Al Zaytun membutuhkan pasokan ikan yang cukup untuk kebutuhan makanan mereka.
“Para santri yang akan mengelolanya,” kata Abdul.
Baca Juga:Wow Banget! Nggak Nyangka Ada 3 Koin Kuno dengan Harga Menggila di MarketplaceArab Saudi Tolak 5 Calon Haji Asal Indonesia
Namun, saat ini galangan kapal tersebut telah disegel oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kabar terkait penyegelan galangan kapal milik Ponpes Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, telah diungkapkan oleh Bupati Indramayu, Nina Agustina.
Menurut Nina Agustina, penyegelan tersebut dilakukan karena salah satu perizinan belum selesai dan telah berlangsung sejak tahun 2022.
