Ini Penyebab Orang Kena Rabies Takut Lihat Air

JABAR EKSPRES – Meningkatnya angka kematian karena rabies membuat warga menjadi sedikit panik. Ditambah lagi banyak muncul video-video pasien rabies di media sosial, membuat banyak orang bertanya-tanya, kenapa orang kena rabies takut air.

Sesungguhnya orang atau pasien yang terindikasi tertular rabies bukannya takut saat melihat air. Hal ini karena ada efek psikologis yang mengganggunya saat melihat air atau hydrophobia.

Untuk mengetahui penyebabnya, sebaiknya mengetahui dulu apa itu rabies. Rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang masuk ketubuh manusia melalui jaringan tubuh atau luka yang terbuka.

Apabila sudah terinfeksi, maka virus akan langsung menyerang sistem saraf pusat, dan akan mulai aktif untuk mengubah perilaku inang yang terinfeksi menjadi lebih agresif.

Sementara secara fisik, dampaknya akan terjadi pada beberapa syaraf yang akan menjadi lemah, dan gejalanya menyerang beberapa bagian tubuh.

Diantara Gejala yang nampak adalah kondisi cemas berlebihan dan kebingungan. Selain itu juga akan mengalami kelumpuhan parsial dibeberapa bagian tubuh, agitasi, dan halusinasi.

Baca juga :  Langkah-Langkah Mencegah Anjing dari Rabies, Tips untuk Kesehatan dan Keamanan Hewan Peliharaan

Apabila sudah parah pasien akan takut terhadap air atau disebut dengan hydrophobia. Hal ini membuat pasien panik saat melihat air, apalagi untuk meminumnya.

Dan jika sudah masuk ketahap ini, biasanya pasien tidak akan bertahan lama dan berakhir dengan kematian.

Sesunguhnya saat terjadi Hydrofobia pada rabies, pasien tidak takut terhadap air, namun takut saat akan meminumnya. Hal ini karena rasa sakit yang luar biasa yang terjadi ditenggorokannya, terutama saat menelan cairan seperti air dan air liur.

Rasa sakit ini timbul karena kelumpuhan otot yang membuat ketidakmampuan otot-otot yang bertanggung jawab untuk mengontrol proses menelan.

Bahkan saat rasa sakit ini menyerang bisa menimbulkan kejang hebat ditenggorokan, sehingga pasien rabies kadang mengalami kejang-kejang walau hanya membayangkan meminum air saja.

Hal ini juga terjadi pada hewan yang terinfeksi rabies, sehingga hewan kerap mengeluarkan air liur secara berlebihan.

Karenanya bila terjadi gigitan binatang sebaiknya sesegera mungkin untuk di tangani oleh tenaga medis, agar tidak sampai parah, karena banyak kasus rabies berujung pada kematian.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan