JABAR EKSPRES – Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi (BRIN) baru-baru ini mendorong BRIN kembali mengembangkan reaktor nuklir di Indonesia.
Labih lanjut, Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa Bung Karno sempat berpikir agar Indonesia memiliki rekator nuklir, sehingga hal tersbeut disampaikan pada BRIN.
Sontak pernyataan Megawati Soekarnoputri terkait dorongannya terhadap BRIN untuk memiliki rekator nuklir di Indonesia tersebut mengejutkan publik
Sebagai informasi, rekator pertama di Indonesia adalah Reaktor Triga 2000 di Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga:Disinggung Soal Capres Gerindra, Iwan Bule Puji Prabowo Subianto: Apa Ada yang Selevel dengan Beliau?Ungkap Kasus Pabrik Ektasi di Tangerang, Bareskrim Polri Gelar 104 Adegan Rekonstruksi
Reaktor dengan nama asli Reaktor Triga Mark II itu diresmikan operasionalnya oleh Presiden Pertama RI Soekarno pada tahun 1965 silam.
Reaktor tersebut digunakan sebagai pusat pelatihan, riset, dan produksi radioisotop untuk berbagai keperluan, baik medis, industri atau penelitian.
Menurut Megawati Soekarnoputri, belum telat bagi BRIN untuk mengembangkan riset soal nuklir dengan memanfaatkan Triga 2000.
Bahkan, Presiden Kelima RI tersebut menyebut Indonesia bisa menyusul negara-negara yang lebih dulu mengembangkan nuklir, seperti Korea Utara.
“Jadi sebenarnya kalau kita bisa mengembangkannya kembali menurut saya tidak telat. Kita bisa menyusul mereka yang telah mempunyainya,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa Korea Utara acapkali dianggap sebagai negara yang terbelakang, nyatanya mampu mengembangkan teknologi nuklir yang lebih maju dari kebanyakan negara.
Hal ini, kata dia, disebabkan dedikasi rakyat yang sangat tinggi kepada negaranya. Megawati lantas mempertanyakan penyebab Indonesia dengan sumber daya manusia (SDM) yang ada tidak melakukan hal serupa dengan Korut.
Baca Juga:Soal Jusuf Hamka Tagih Utang Rp800 Miliar ke Pemerintah, Mahfud MD Sampaikan Arahan Presiden JokowiTips Berkendara Motor yang Aman bagi Anak Sekolah
“Saya sering berpikir, kenapa sebuah negara yang sekarang masih, negara begitu Korea Utara itu bisa sampai bisa punya nuklir, artinya itu kenapa? (karena kualitas) manusianya,” katanya.
