Kemudian Megawati Soekarnoputri menjelaskan bahwa pengembangan riset, termasuk soal reaktor nuklir bukan hanya bergantung pada anggaran.
Menurutnya, pengembangan tersebut harus lahir dari keinginan anak-anak bangsa Indonesia, termasuk BRIN.
Dia mencontohkan pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, yang pada saat itu teknologi belum secanggih sekarang.
Baca Juga:Disinggung Soal Capres Gerindra, Iwan Bule Puji Prabowo Subianto: Apa Ada yang Selevel dengan Beliau?Ungkap Kasus Pabrik Ektasi di Tangerang, Bareskrim Polri Gelar 104 Adegan Rekonstruksi
Namun, paparnya, stadion tersebut berhasil dibangun anak bangsa dan menjadi kebanggaan Indonesia.
“Tentu ingat ini ada GBK, yang waktu itu teknologi rentang lingkar itu belum banyak.
Jadi kita sudah bisa. Itu juga dibantu anak-anak kita sendiri sehingga bisa membangunnya,” katanya.
Oleh karena itu, Megawati Soekarnoputri menuturkan bahwa Indonesia bisa mengembangkan inovasi dan riset di sektor reaktor nuklir apabila ada keinginan untuk membangunnya.
Pasalnya, kata Megawati Soekarnoputri, inovasi dan riset bisa dikembangkan tanpa melulu berurusan dengan anggaran.
Hal yang terpenting, lanjutnya, adalah adanya perencanaan yang matang.
“Lalu dari mana uangnya? Baru begitu. Bukan uangnya dulu dari mana, lalu buat perencanaan,” kata Megawati Soekarnoputri, memungkasi.
Namun, hingga saat ini pihak terkait belum memberikan tanggapan mengenai dorongan terhadap BRIN dari Megawati Soekarnoputri terkait rekator nuklir di Indonesia tersebut. (*)
