5 Kontroversi Ponpes Al Zaytun yang Viral!

5 Kontroversi Ponpes Al Zaytun yang Viral!
0 Komentar

JABAREKSPRES – Kontroversi Al Zaytun – Pondok pesantren Al Zaytun yang berada di Kabupaten Indramayu memang sedang hangat diperbincangkan.

Hal tersebut tak terlepas dari kontroversi pimpinan Al Zaytun salah satunya Panji Gumilang yang dianggap sebagian masyarakat menyimpang dari ajaran Islam.

Polemik pondok pesantren Al Zaytun bukan hari kali ini saja terjadi, namun sudah puluhan tahun.

Baca Juga:Kenaikan Gaji PNS Akan Digarap Menkeu dan Menpan RB?Alhamdulillah Gaji 13 PNS dan Pensiunan Siap Cair melalui PT Taspen!

Bahkan MUI pun sempat mengamati pergerakan dan ajaran yang ada di dalam pondok pesantren tersebut.

Ihwal tersebut lantaran tak biasa di dalam masjid menyanyikan lagu agama yang berbeda.

2. Panji Gumilang Mengaku Ikut Mazhab Bung Karno

Salah satu kontroversi lainnya yaitu Panji Gumilang secara terang-terangan mengatakan bawah mazhab yang ia ikuti ialah Bung Karno.

Umat islam pada umumnya mengikuti mazhab 4 Imam yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali.

Namun Panji Gumilang tak memilih 4 rujukan mazhab tersebut, sehingga masyarakat pun kembali dibuat heran oleh sikapnya.

3. Laki-laki dan Wanita 1 Shaf Shalat

Pada saat idul fitri Al Zaytun kembali menggegerkan media sosial dengan adanya video yang mencampurkan perempuan dengan laki-laki.

Terlihat seorang jamaah perempuan berada di depan yang biasanya ditempati oleh laki-laki. Hal demikian tidaklah lumrah, sebab biasanya posisi shaf wanita berada di belakang.

Baca Juga:Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Galaxy S22, Galaxy S22+, dan Galaxy S22 UltraSejarah Luton Town yang Kini Promosi ke Premier League

4. Azan Tidak Umum

Usai kontroversi wanita yang berada di shaf depan, ponpes ini pun tak henti-hentinya lagi membuat hal aneh.

Video viral memperlihatkan salah satu santri ponpes tersebut azan dengan gaya yang tak biasa.

Pada saat azan orang yang sedang mengumandangkan sembari melayangkan gerakan tangan tak seperti azan pada umumnya.

5. Shalat Berjarak

Pada umumnya shalat dilakukan dengan merapatkan shaf, kecuali pada saat Pandemi Covid-19. Namun walaupun pandemi sudah terhenti shalat berjarak masih terus diterapkan hingga kini oleh

0 Komentar