Simulasi Penanganan Bencana Evakuasi Korban Gempa di DPRD Cimahi

JABAR EKSPRES – Korban luka akibat gempa bumi yang terjadi di wilayah Kota Cimahi dievakuasi personel gabungan dari tim penanggulangan bencana.

Para korban diselamatkan usai terjebak dari reruntuhan bangunan gedung DPRD Cimahi lalu dievakuasi secara cepat dengan upaya pertolongan pertama oleh para petugas.

Beberapa korban terlihat dipandu oleh petugas yang berhasil menemukan korban selamat di dalam gedung.

BACA JUGA: Wagub Jabar Maju Jadi Bacaleg, Ridwan Kamil Respon Begini

Hal itu merupakan simulasi bencana gempa bumi yang diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari perwakilan insitusi, lembaga, perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, organisasi profesi, Kwarcab, PMI, TAGANA.
Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lukmansyah menyebut, pentingnya untuk bersiapsiaga menghadapi bencana. Ia mengatakan, setiap warga masyarakat harus menyiapkan diri menghadapi bencana, termasuk pengetahuan terkait kebencanaan juga peralatan kegawatdaruratan.

“Oleh karenanya simulasi bencana harus dilakukan berulang-ulang kali bukan hanya satu kali saja, agar pada saat terjadi bencana resiko bencana yang diterima semakin rendah karena masyarakat sudah paham apa yang harus dilakukan Ketika terjadi bencana,” katanya.

Ia pun berpesan pada masayarakat Kota Cimahi untuk menjaga lingkungan agar dapat meminimalisir kejadian bencana.

“Jaga-lah lingkungan, jaga-lah resapan air agar bencana-bencana yang terjadi tidak menimbulkan resiko yang terlalu besar,” katanya.

Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi, Dikdik S Nugrahawan dalam apel kesiapsiagaan bencana dalam rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tingkat Kota Cimahi tahun 2023 di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi.

“Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen membentuk masyarakat yang sigap dan tangguh bencana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, HKB diperingati setiap tanggal 26 April, diambil dari tanggal ditetapkannya Undang Undang nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Hal itu sebagai salah satu tonggak sejarah penting dalam penanggulangan bencana di Indonesia yang lebih baik.

“HKB merupakan momentum penting kegiatan tahunan yang rutin, dan serentak diperingati secara nasional, di tingkat Provinsi, dan di tingkat Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia,” katanya.

Serta merupakan implementasi dari arahan Presiden RI Joko Widodo pada setiap pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (RAKORNAS-PB).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan