Selamat Tinggal, Kursi Tegak KA Ekonomi!

Selamat Tinggal, Kursi Tegak KA Ekonomi!
Selamat Tinggal, Kursi Tegak KA Ekonomi! / Tangkapan Layar Instagram @keretaapikita
0 Komentar

JABAR EKSPRES –  Kabar baik bagi pengguna kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah melakukan perombakkan kursi tegak pada KA ekonomi non-subsidinya.

Kursi kereta pada kelas ekonomi non-subsidi, kini sandarannya berubah menjadi lebih nyaman, penumpang dapat mengubahnya hingga bisa rebahan, dan sandarannya dapat disesuaikan keinginan.

Dilansir dari laman Twitter txttransportasi, modifikasi kursi sudah dilakukan uji coba pertama kalinya pada unit kereta ekonomi non-subsidi yang berisi 80 orang.

Baca Juga:SMAN 21 Bandung: Siswa Demo Usai Uang Study Tour Dibawa Kabur!PP Presisi Obtains Rp5.2 trillion New Contract

Menurut akun tersebut, modifikasi kursi yang dilakukan adalah mengubah kursi tegak berhadapan menjadi kursi yang dapat direbahkan.

“Selanjutnya, kursi juga bisa diputar sesuai dengan arah perjalanan kereta. Hal ini sesuai dengan jenis kursi pada kelas eksekutif dan kelas bisnis,” tulis salah satu cuitan dalam akun tersebut pada Kamis (25/5).

Dengan adanya modifikasi pada kursi tegak KA ekonomi, kapasitas kereta akan berkurang secara drastis.

Sebelumnya KA ekonomi dengan kursi tegak memiliki kapasitas 80 penumpang. Namun, saat ini kapasitasnya menjadi 72 penumpang.

Sementara itu, perubahan ini menimbulkan banyak pro-kontra di kalangan pengguna kereta api, khususnya KA ekonomi.

Salah satunya akun twitter tersebut. Pihaknya menyatakan, dengan adanya modifikasi pada kursi KA ekonomi non-subsidi, menyebabkan perubahan kategori kelas tempat duduk menjadi bisnis premium.

“Sedangkan, kelas ekonomi premium akan diturunkan kastanya menjadi kelas ekonomi saja tanpa embel-embel premium untuk melayani kereta denga kelas ekonomi non-subsidi,” ujarnya.

Baca Juga:Indosat-Mastercard Partnership to Boost Digital PaymentsCoordinating Minister Airlangga Meets EU Ambassador to Discuss EUDR Policy

“Kasihan kereta kelas bisnis gak ada regenerasinya. Selanjutnya, dengan adanya fasilitas seperti itu, harganya pasti menyesuaikan hingga setara dengan kelas bisnis,” pungkasnya.

 

0 Komentar