Miris! Gaji Sopir Truk Pengangkut Sampah Ternyata di Bawah UMK

Cerita pilu dialami oleh salah satu sopir truk pengangkut sampah yang bertugas di Uniy Pelayanan Teknis (UPT) Kabupaten Bandung Barat.
Cerita pilu dialami oleh salah satu sopir truk pengangkut sampah yang bertugas di Uniy Pelayanan Teknis (UPT) Kabupaten Bandung Barat.
0 Komentar

JABAREKSPRES – Cerita pilu dialami oleh salah satu sopir truk pengangkut sampah yang bertugas di Uniy Pelayanan Teknis (UPT) Kabupaten Bandung Barat.

Selama berprofesi sebagai sopir truk pengangkut sampah banyak suka duka yang sudah dialaminya.

Mulai dari kemacetan sampai harus bermalam di TPAS Sarimukti untuk menunggu giliran membuang sampah.

Baca Juga:Banjir Kembali Menggenang, Bupati Bandung Usulkan 5 Danau RetensiKorban Perdagangan Manusia di Myanmar, Ternyata 12 Orang Warga Jawa Barat

Meski begitu, perjuangan dan usahanya tidak sebanding dengan beban dan tanggungjawab yang berat sebagai sopir truk pengangkut sampah.

Salah satu sopir pengangkut truk sampah yang namanya enggan disebutkan mengaku, sudah bekerja menjalankan profesinya itu sejak 2015 silam.

Sebagai pegawai honorer, dia mengaku untuk jaminan sosial sudah di cover oleh BPJS Kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan.

Meski begitu, Jaminan sosial ini tidak lantas diberikan ketika dia bertugas menjadi sopi truk pengangkut sampah.

Jaminan BPJS diberikan setelah dia bertuga belasan tahun lamanya.

Sementara itu, untuk pemberian insentif saat ini, sangat kecil dan tidak sesuai ketentuan.

Dia mengaku uang insentif yang diberikan telah mengalami pemotongan sebesar 50 persen.

Pemotongan dilakukan ketika menandatangangani SK yang tidak disebutkan nominal tunjangannya.

Selama sebulan seorang sopir truk hanya diberikan uang insentif sebesar Rp 1,750.000.

Baca Juga:Begini Kronologis Pemain Kuda Lumping yang Kesurupan dan Lompat ke Sungai CitarumRelawan Anies Baswedan Bentuk 1.000 Poskora di Bogor, Targetkan 56 Persen

‘’Nilai ini sangat kecil dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,’’ ujar dia.

Untuk pemberian insentif sebesar itu sudah lama diterima dan tidak ada kenaikan lagi.

Diberitakan sebelumnya, belasan truk pengangkut sampah terpaksa harus antre membuang sampah ke TPAS Sarimukti.

Antrean truk ini terjadi disebabkan oleh kapasitas TPAS Sarimukti yang sudah over kapasitas.

Selain itu kondisi medan yang berat dan berlubang terkadang sangat menyulitkan truk sampah untuk bermanuver.

Kondisi ini dikeluhkan oleh banyak sopir truk yang mengaku mengalami keterlambatan dalam pengangkutan sampah.

0 Komentar