“Kenapa panjang jembatan mengalami perubahan? Kami dapat rekomendasi dari BBWS Ciliwung Cisadane untuk penampang sungai Ciliwung sama rata karena sekarang kondisinya mengerucut, jadi ada penambahan 15 meter,” tuturnya.
Kedua, revitalisasi jembatan Otista ini sudah diperhitungkan untuk mengakomodir moda transportasi berbasis trem, di mana membutuhkan tekanan tonase dan jembatan yang lebih besar daripada umumnya.
“Terkahir, lantaran kondisi jembatan saat ini ada beberapa yang memang pada dinding bawah sudah mulai retak, beton pelengkung jembatan sudah mulai terkelupas, karena memang sudah 40 tahun lebih terakhir direvitalisasi,” tukasnya.
Baca Juga:Perumda Tirta Kahuripan Pastikan Pelayanan Air Bersih di Cibinong Tetap BerjalanCara Menurunkan Berat Badan dari Idol K-POP
Diketahui, proyek yang digawangi Dinas PUPR Kota Bogor tersebut menelan biaya sebesar Rp49 miliar yang bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Proyek revitalisasi jembatan Otista tersebut dikerjakan PT. Mina Fajar Abadi dengan penandatanganan kontrak pada 18 April 2023 silam. *(YUD)
