JABAREKSPRES.COM, BANDUNG – Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) telah kembali melakukan survei terkait dinamika politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024. Hasilnya, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih tertinggi. Sementara elektabilitas Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum tidak begitu nampak.
Dari survei yang dilakukan dalam rentan waktu 1-7 April itu, elektabilitas Ridwan Kamil tertinggi dengan angka 51,3 persen. Sementara untuk Uu elektabilitasnya tidak sampai masuk 10 besar. Ia berada di posisi 12 dengan perolehan 0,8 persen.
Direktur Eksekutif IPRC, Firman Manan mengungkapkan, ia menduga ada sejumlah sebab elektabilitas orang nomor dua di Jawa Barat itu tidak begitu melesat. Pertama karena faktor partai. “Uu cukup terasosiasi dengan PPP, tetapi suara PPP mengalami penurunan bahkan sejak 2019,” katanya.
Baca Juga:Eid Al-Fitr 2023: 168,443 Vehicles Leave Jakarta Through Cikampek Utama Toll GateBank Indonesia Ensures QRIS Transactions are Still Safe
Masih senada, Board of Advisor IPRC, Prof. Muradi juga mengakui salah satu sebab kurang melesatnya elektabilitas Uu adalah faktor partai. “Partai kurang mampu melakukan manuver dengan baik,” cetusnya.
Muradi menambahkan, dari survei yang dilakukan IPRC juga, beberapa tokoh elit partai di Jawa Barat elektabilitasnya juga masih belum begitu nampak. Misalnya nama seperti Ono Surono, Saan Mustopa, maupun Haru Suandaru.
Dari survei IPRC terbaru, elektabilitas Ono Surono hanya 0,3 persen, Haru Suandaru hanya 0,2 persen, dan Saan Mustopa juga 0,2 persen.
Dalam survei itu, justru ada nama Atalia Praratya Kamil dengan elektabilitas 3,8 persen. Atalia berpeluang jika Ridwan Kamil tidak maju dalam Pilgub Jabar. “Tapi saat ini Ridwan Kamil masih berdiri di dua kaki,” pungkasnya.(mg3)
