Perbanyak Resapan Lewat Penanaman Pohon

PEDULI LINGKUNGAN: Kepala DSDABM Didi Ruswandi, saat melakukan penanaman pohon di sekitar aliran Sungai Cidurian, Antapani Kidul, Kota Bandung, Senin (20/3). (SADAM HUSEN SOLEH RAMDHANI/JABAR EKSPRES)
PEDULI LINGKUNGAN: Kepala DSDABM Didi Ruswandi, saat melakukan penanaman pohon di sekitar aliran Sungai Cidurian, Antapani Kidul, Kota Bandung, Senin (20/3). (SADAM HUSEN SOLEH RAMDHANI/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

BANDUNG – Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, bersama Kecamatan Arcamanik dan Antapani, melakukan penanaman pohon durian di sekitar aliran Sungai Cidurian, Kota Bandung, Senin (20/3).

Kepala DSDABM Kota Bandung, Didi Ruswandi menuturkan, selain memperingati Hari Air Sedunia. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah, dalam hal penanggulangan terkait krisis air tanah, yang terjadi di Kota Bandung.

“Konon kabarnya air tanah semakin kritis, kalau kita tidak melakukan penanaman pohon dan tidak menambah resapan, air tanah akan berkurang, maka antisipasi dan kehati hatian dari pihak kita yaitu dengan cara menanam,” ujar Didi Ruswandi dalam sambutannya.

Baca Juga:Karya Abdy Yuhana! Tujuan Negara melalui Rute Indonesia RayaJelang Ramadan, Komunitas Pemuda Ikuti Kajian Ustaz Hanan Attaki di Sekolah Alam Pesan_Trend

Didi menjelaskan, upaya penanaman ini, merupakan cara dalam hal penambahan kapasitas resapan. Yang pada prosesnya diharapkan, bertambahnya ini mampu meningkatkan dan menyediakan air pada tanah.

“Ibaratnya kan air diambil terus tapi gak diisi lagi. Ini merupakan cara menambah kapasitas air tanah, dengan cara menambah kapasitas resapan. bagaimana cara menambah kapasitas resapan, yaitu dengan menanam pohon,” jelasnya.

Kurangi Banjir, DSABM Jaga Ketahanan Air Tanah dengan Penanaman Pohon

Selain itu, pembuatan sumur-sumur imbuhan dan penanaman pohon diharapkan, mampu menanggulangi permasalahan banjir, yang kini masih sering terjadi. Agar air yang mengalir di area permukaan bisa berkurang.

“Kenapa kita membuat sumur-sumur imbuhan dan penanaman pohon. Satunya untuk pengendalian banjir, agar aliran air yang berada di permukaan bisa berkurang. keduanya yaitu mengisi air tanah untuk ketahanan,” harapnya.

Kini pihak DSDAM sedang mengupayakan, terkait perubahan tata kelola pengendalian air. Yang fokus sebelumnya yaitu perencaan tentang pengaliran, menjadi penyerapan air. Hal ini merupakan cara dalam hal mempertahankan ketahanan air tanah, dan mengurangi banjir yangn salah satunya dengan cara penanaman pohon.

“Kita berusaha dalam merubah tata kelola, dari mengalirkan jadi diserapkan, disimpan dan sebagainya. Kita ingin membangun ketahanan air tanah,  dan mengurangi banjir,” tandasnya. (mg1)

0 Komentar