JABAR EKSPRES – Warga Bandung mengeluhkan kemacetan yang melanda di sebagian besar daerah Bandung. Menurut Sebagian warga Bandung, Bandung sudah mulai macet sejak tahun 2010-an dan hingga saat ini tidak ada perubahan malah kemacetan semakin parah.
“Ada orang luar bandung bilang enak tinggal di bandung, ga terlalu macet kaya di jakarta. lha matamu ini apaan? wkwkwkwkw. gw dari arcamanik lewat suhat aja udah jengkel. apalagi ini,” Komentar salah satu warga Bandung.
“Ini sih lebih serem. Gak ada jalur alternative. Kalo di jakarta ya, walaupun macetnya juga parah, tp setidaknya ada banyak jalur yg dipilih jd numpuknya gak cuma di 1 titik yg bikin puyeng begini. Ditambah ada hari jakarta gak macet, minggu. Bandung keknya engga ya?,” Komentar lainnya menambahkan.
Baca Juga:Prediksi Cuaca Bandung Hari ini, Selasa, 21 Februari 2023Usung Tema Red on Black, CE Homewear Hadirkan CE Noir Sebagai Koleksi Lifestyle Fashion
“Volume kendaraan saat ini yang domisili Kota Bandung saja itu sudah 2,2 juta unit, dengan 1,7 juta motor dan mobil 500 ribuan, nyaris satu banding satu dengan jumlah masyarakat,” Ujarnya.
Rijal mengatakan bahwa Kemacetan memang tak terhindarkan, jumlah kendaraan terus bertambah setiap tahun, namun pertumbuhan jalan tidak signifikan.
Rijal mengatakan, salah satu penyebab tingginya lalu lintas kendaraan di Kota Bandung bisa dilihat dari lalu lintas di simpang Kiaracondong-Soekarno Hatta. Menurutnya, di kawasan timur banyak penduduknya, sehingga warga mengandalkan Jalan Soekarno-Hatta di tengah.
Pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, terdapat sekitar 29 Ribu kendaraan dari timur ke utara. Dan Dari timur ke barat ada 22 Ribu kendaraan.
